Bandung Barat · Solusi sehat keluarga AndaPendaftaran 0812 2200 2500

Kesehatan gigi dan mulut

Gigi Depan Copot Setelah Jatuh? Lakukan Ini dalam Menit-Menit Pertama untuk Menyelamatkannya

Gigi tetap yang copot utuh masih bisa diselamatkan bila segera dipasang kembali, idealnya dalam 20 sampai 30 menit: pegang mahkotanya, bilas sebentar bila kotor, masukkan kembali ke tempatnya atau simpan dalam susu, lalu segera ke dokter gigi; gigi susu yang copot tidak boleh dipasang kembali.

Daftar isi bacaan
  1. Pertama: gigi susu atau gigi tetap?
  2. Bergeraklah cepat
  3. Langkah pertolongan pertama
  4. Bila tidak bisa dipasang kembali
  5. Jangan salah paham
  6. Untuk perdarahan dan nyeri
  7. Setelah di dokter gigi
  8. Peran keluarga
  9. Ingat 3 hal ini
  10. Daftar Pustaka
  11. Bacaan terkait

Bayangkan seorang anak berusia sembilan tahun yang terjatuh dari sepeda. Gigi seri atasnya copot utuh. Ibunya panik, membungkus gigi itu dengan tisu kering, dan berencana membawanya ke dokter gigi sore nanti, setelah urusan lain selesai.

Niatnya menyelamatkan. Namun gigi yang dibiarkan kering dan baru ditangani berjam-jam kemudian sudah melewati waktu terbaik untuk diselamatkan.

Pertama: gigi susu atau gigi tetap?

Menurut perhimpunan internasional trauma gigi (IADT), gigi susu yang copot tidak boleh dipasang kembali, karena dapat merusak gigi tetap yang sedang tumbuh di bawahnya. Tetap hubungi dokter gigi untuk pemeriksaan.

Langkah di bawah ini berlaku untuk gigi tetap (gigi dewasa). Menurut IADT, anak usia 7 sampai 10 tahun lebih rentan mengalami gigi tetap copot.

Bergeraklah cepat

IADT menyebut peluang terbaik menyelamatkan gigi adalah dalam 20 menit pertama. Oral Health Foundation, lembaga kesehatan mulut Inggris, menyebut idealnya gigi dipasang kembali dalam 30 menit, dan masih mungkin berhasil hingga 60 menit. Makin cepat, makin baik.

Langkah pertolongan pertama

  1. Temukan giginya.
  2. Pegang pada bagian mahkota (bagian putih yang biasa terlihat), jangan menyentuh akarnya.
  3. Bila kotor, bilas sebentar dengan susu atau air bersih. Jangan digosok dan jangan memakai antiseptik.
  4. Pasang kembali ke tempatnya dengan akar lebih dulu, meski masih berdarah.
  5. Gigit kain bersih atau sapu tangan selama 15 sampai 20 menit agar gigi tetap di tempatnya.
  6. Segera ke dokter gigi.

Bila tidak bisa dipasang kembali

  • Simpan dalam susu. Bila tidak ada susu, Oral Health Foundation menyebut gigi dapat disimpan di dalam mulut orang itu, di antara pipi dan gusi, hanya bila aman dilakukan.
  • Jangan biarkan gigi kering, dan jangan merendamnya lama di air.
  • Bila gigi patah atau tidak utuh, jangan dipasang kembali. Simpan pecahannya dalam susu atau air; menurut IADT, dokter gigi mungkin dapat merekatkannya kembali.

Jangan salah paham

"Gigi yang copot harus disterilkan dulu." Oral Health Foundation justru melarang menggosok gigi itu atau memakai disinfektan. Cukup bilas sebentar, dan jangan sentuh akarnya.

"Gigi susu juga bisa dipasang lagi." IADT dan Oral Health Foundation sama-sama menegaskan gigi susu tidak dipasang kembali.

Untuk perdarahan dan nyeri

Saran Oral Health Foundation:

  • tutup lubang gigi dengan kain bersih dan gigit perlahan untuk menghentikan perdarahan;
  • bila perlu pereda nyeri, hindari aspirin karena dapat menambah perdarahan;
  • jangan mengoleskan minyak cengkeh ke area tersebut.

Bila gigi tidak ditemukan, mungkin gigi itu tertelan atau terhirup. Ini perlu pemeriksaan medis, dan mungkin foto rontgen.

Setelah di dokter gigi

Menurut Oral Health Foundation, gigi yang berhasil dipasang kembali mungkin diikat sementara ke gigi sebelahnya agar stabil selama penyembuhan. IADT menganjurkan datang ke kontrol lanjutan dan menjaga kebersihan dengan menyikat gigi yang cedera secara lembut.

Peran keluarga

WHO mencatat cedera gigi dan mulut sangat umum pada anak, dengan penyebab seperti taman bermain yang tidak aman, kecelakaan lalu lintas, dan perilaku berisiko. Lindungi keluarga dengan:

  • pelindung mulut saat olahraga kontak;
  • pelindung yang sesuai saat bersepeda atau naik motor;
  • menurut IADT, tidak memakai alat bantu jalan bayi (baby walker) dan mengawasi anak saat bermain.

Ingat 3 hal ini

  1. Pegang mahkotanya, jangan akarnya, dan jangan biarkan gigi kering.
  2. Pasang kembali atau simpan dalam susu, lalu segera ke dokter gigi.
  3. Gigi susu yang copot tidak boleh dipasang kembali.

Bagikan bacaan ini kepada orang tua, guru, pelatih olahraga, dan siapa pun yang sering mendampingi anak bermain.

Daftar Pustaka

  1. International Association of Dental Traumatology. Knocked out. ToothSOS patient guidance. Accessed 7 October 2026.
  2. International Association of Dental Traumatology. Prevention and emergency care. Accessed 7 October 2026.
  3. Oral Health Foundation. Knocked out teeth. Updated 17 April 2026.
  4. World Health Organization. Oral health. Fact sheet, 17 March 2025.
Untuk membantu Anda memahami kesehatan.

Materi edukasi umum. Informasi ini tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau pengobatan oleh tenaga kesehatan. Jika mengalami keadaan darurat, cari pertolongan langsung.

Ringkasan keselamatan
  • Segera ke dokter gigi bila gigi tetap copot atau patah; bila gigi tidak ditemukan dan mungkin tertelan atau terhirup, perlu pemeriksaan medis dan mungkin foto rontgen.
Tentang naskah ini

Kenali koleksi dan sumber bacaan.

Koleksi Bacaan Cepat Dokter Erta. Naskah sumber diperbarui 7 Oktober 2026; diterbitkan di website Klinik Kiera pada 11 Oktober 2026. Daftar pustaka di atas mengikuti naskah sumber.

Mari mulai dari percakapan.

Admin kami membantu Anda memilih layanan dan mengonfirmasi jadwal kunjungan.

Hubungi admin