Bandung Barat · Solusi sehat keluarga AndaPendaftaran 0812 2200 2500

Kesehatan seksual dan reproduksi

Sibuk Menyiapkan Pernikahan, Jangan Lupa Cek Kesehatan Pranikah: Apa yang Diperiksa dan Mengapa Penting bagi Calon Anak

Pemeriksaan kesehatan pranikah, idealnya sekitar 3 bulan sebelum menikah, membantu calon pengantin mengetahui infeksi seperti sifilis, HIV, dan hepatitis B, anemia dan status imunisasi tetanus pada perempuan, serta status pembawa sifat talasemia yang sering tidak bergejala, sekaligus menjadi saat yang tepat untuk mulai asam folat dan membicarakan penyakit kronis serta obat rutin sebelum hamil.

Daftar isi bacaan
  1. Mengapa perlu diperiksa walau merasa sehat
  2. Apa saja yang diperiksa
  3. Talasemia: sehat tetapi bisa menurunkan
  4. Jangan salah paham
  5. Persiapan sebelum hamil
  6. Peran keluarga
  7. Ingat 3 hal ini
  8. Daftar Pustaka
  9. Bacaan terkait

Bayangkan sepasang calon pengantin yang tiga bulan terakhir sibuk memilih gedung, katering, dan seragam keluarga. Ketika seorang bidan menyarankan cek kesehatan pranikah, mereka tertawa, "Kami berdua sehat, kok." Keduanya tidak tahu bahwa mereka sama-sama membawa sifat talasemia, kelainan darah yang dapat diturunkan kepada anak.

Merasa sehat memang menyenangkan, tetapi tidak selalu menceritakan semuanya.

Mengapa perlu diperiksa walau merasa sehat

Menurut Kemenkes, pemeriksaan pranikah membantu mencegah masalah kesehatan pada diri sendiri, pasangan, dan calon anak. Seseorang yang tampak sehat bisa saja membawa sifat penyakit. Waktu yang disarankan adalah sekitar 3 bulan sebelum menikah, agar masih ada waktu untuk menindaklanjuti hasilnya.

Apa saja yang diperiksa

Menurut Kemenkes, dalam program Cek Kesehatan Gratis, calon pengantin diperiksa untuk:

  • infeksi menular seksual seperti sifilis dan HIV;
  • khusus perempuan, anemia dan status imunisasi tetanus.

Kemenkes juga menyebut pemeriksaan pranikah dapat mencakup pemeriksaan fisik termasuk tekanan darah, penyakit keturunan seperti kelainan darah, serta infeksi seperti hepatitis B. Pendaftaran Cek Kesehatan Gratis dapat dilakukan melalui aplikasi SATUSEHAT Mobile.

Talasemia: sehat tetapi bisa menurunkan

Talasemia adalah kelainan darah turunan yang membuat tubuh tidak dapat membentuk hemoglobin dengan normal, sehingga terjadi anemia menahun. Menurut Kemenkes, diperkirakan 3 sampai 10% penduduk Indonesia adalah pembawa sifat talasemia. Sebagian besar pembawa sifat tidak bergejala, atau hanya mengalami anemia ringan dan mudah lelah.

Masalahnya muncul bila kedua calon orang tua sama-sama pembawa sifat. Menurut Kemenkes, pada setiap kehamilan kemungkinannya:

  • 25% anak normal;
  • 50% anak menjadi pembawa sifat;
  • 25% anak menderita talasemia mayor, yang membutuhkan transfusi darah seumur hidup.

Bila keduanya pembawa sifat, tenaga kesehatan dapat memberikan konseling tentang risiko dan pilihan yang tersedia.

Jangan salah paham

"Pemeriksaan pranikah hanya untuk perempuan." Talasemia diturunkan dari kedua orang tua, dan infeksi menular seksual dapat dialami siapa saja. Pemeriksaan sebaiknya dilakukan berdua.

"Hasilnya untuk menentukan boleh atau tidak menikah." Tujuan utamanya adalah mengenal kesehatan diri dan pasangan agar dapat merencanakan keluarga dengan lebih baik.

Persiapan sebelum hamil

Menurut NHS, bila berencana hamil:

  • mulai minum asam folat sebelum hamil, idealnya 3 bulan sebelumnya, dan lanjutkan sampai 12 minggu pertama kehamilan; asam folat membantu perkembangan otak dan sumsum tulang belakang bayi;
  • lengkapi vaksin campak, gondongan, dan rubela bila belum pernah;
  • berhenti merokok dan tidak minum alkohol;
  • bila memiliki penyakit seperti diabetes atau epilepsi, atau rutin minum obat termasuk herbal, bicarakan dengan dokter, dan jangan menghentikan obat sendiri.

NHS juga menyebut sebagian perempuan memerlukan dosis asam folat yang lebih tinggi, jadi tanyakan kepada dokter atau apoteker.

Peran keluarga

Orang tua kedua calon pengantin dapat mendukung dengan menjadikan cek kesehatan sebagai bagian dari persiapan pernikahan, sama pentingnya dengan persiapan acara. Ceritakan juga riwayat penyakit keluarga, misalnya bila ada kerabat yang menderita talasemia.

Ingat 3 hal ini

  1. Lakukan cek kesehatan pranikah berdua, sekitar 3 bulan sebelum menikah.
  2. Dua pembawa sifat talasemia yang sehat bisa memiliki anak dengan talasemia mayor.
  3. Bila berencana hamil, mulai asam folat lebih awal dan bicarakan obat rutin dengan dokter.

Bagikan bacaan ini kepada calon pengantin dan keluarga yang sedang menyiapkan pernikahan.

Daftar Pustaka

  1. Kementerian Kesehatan RI. Pentingnya pemeriksaan kesehatan pra nikah. Ayo Sehat, 14 Agustus 2018.
  2. Kementerian Kesehatan RI. Cek Kesehatan Gratis: ini manfaat dan jenis pemeriksaan yang kamu dapatkan. Ayo Sehat, 4 Februari 2025.
  3. Kementerian Kesehatan RI. Kenali status carrier Anda hari ini, lindungi generasi masa depan dari talasemia. Ayo Sehat, 29 Juli 2026.
  4. NHS. Trying to get pregnant. Ditinjau 2 Juni 2026.
  5. NHS. Folic acid. Ditinjau 5 Mei 2026.
Untuk membantu Anda memahami kesehatan.

Materi edukasi umum. Informasi ini tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau pengobatan oleh tenaga kesehatan. Jika mengalami keadaan darurat, cari pertolongan langsung.

Ringkasan keselamatan
  • Bila hasil pemeriksaan menunjukkan anemia, infeksi, atau kedua calon pengantin pembawa sifat talasemia, jangan diabaikan; minta penjelasan dan konseling dari tenaga kesehatan sebelum merencanakan kehamilan.
Tentang naskah ini

Kenali koleksi dan sumber bacaan.

Koleksi Bacaan Cepat Dokter Erta. Naskah sumber diperbarui 7 Oktober 2026; diterbitkan di website Klinik Kiera pada 11 Oktober 2026. Daftar pustaka di atas mengikuti naskah sumber.

Lanjutkan rasa ingin tahu

Bacaan terkait.

Semua bacaan di topik ini
Pencegahan, skrining, dan pemeriksaan rutin

Tes HIV, Sifilis, dan Hepatitis B Saat Hamil Bukan Tuduhan: Pemeriksaan Darah Sederhana untuk Melindungi Bayi

Setiap ibu hamil dianjurkan menjalani tes HIV, sifilis, dan hepatitis B karena ketiga infeksi ini sering tanpa gejala tetapi dapat menular ke bayi, sedangkan bila ditemukan lebih awal, ibu dapat segera diobati dan bayi dapat dilindungi, misalnya dengan suntikan penisilin untuk sifilis serta imunisasi hepatitis B dalam 24 jam setelah lahir.

3 menit bacaBaca artikel
Kesehatan seksual dan reproduksi

Nyeri Mendadak di Buah Zakar Jangan Ditunggu Sampai Pagi: Kenali Torsio Testis dan Benjolan yang Perlu Diperiksa

Nyeri hebat yang mendadak di salah satu buah zakar, apalagi disertai mual atau muntah, dapat menandakan torsio testis yang memutus aliran darah dan perlu operasi secepatnya, idealnya dalam 6 jam, sedangkan benjolan, pembengkakan, atau rasa berat di buah zakar perlu diperiksakan karena kanker testis paling sering menyerang laki-laki usia 15 sampai 49 tahun dan lebih mudah diobati bila ditemukan dini.

4 menit bacaBaca artikel

Mari mulai dari percakapan.

Admin kami membantu Anda memilih layanan dan mengonfirmasi jadwal kunjungan.

Hubungi admin