Bandung Barat · Solusi sehat keluarga AndaPendaftaran 0812 2200 2500

HIV dan IMS umum

Luka Kelamin Tidak Sakit lalu Hilang Sendiri? Sifilis Justru Sering Menipu seperti Itu

Sifilis sering dimulai dengan luka yang tidak sakit dan sembuh sendiri, lalu masuk fase tanpa gejala; hilangnya luka tidak berarti infeksi sudah sembuh, padahal sifilis dapat disembuhkan dengan penisilin bila ditemukan.

Daftar isi bacaan
  1. Luka sifilis memang sering tidak sakit
  2. Tahap kedua bisa tampak sangat berbeda
  3. Bagaimana memastikannya?
  4. Apakah sifilis bisa sembuh?
  5. Kenapa sifilis pada kehamilan sangat serius?
  6. Kondom melindungi, tetapi tidak sempurna
  7. Peran keluarga
  8. Ingat 3 hal ini
  9. Daftar Pustaka
  10. Bacaan terkait

Bayangkan seseorang menemukan luka kecil di alat kelaminnya. Tidak sakit, tidak gatal. Ia memilih menunggu, dan beberapa minggu kemudian lukanya benar-benar hilang. Ia merasa lega dan melupakannya.

Padahal pola seperti ini justru sangat khas untuk sifilis tahap awal. Sifilis disebabkan bakteri Treponema pallidum, dan gejalanya bisa datang lalu pergi walaupun infeksinya belum selesai. WHO menyebut sebagian besar infeksi sifilis tidak bergejala atau tidak dikenali.

Luka sifilis memang sering tidak sakit

Pada tahap awal (primer), sifilis biasanya menimbulkan luka di tempat bakteri masuk. Luka yang disebut chancre ini, menurut CDC, biasanya:

  • keras dan bulat;
  • tidak terasa sakit, walaupun tidak selalu;
  • muncul di penis, vagina, anus, rektum, bibir, atau mulut;
  • mudah luput karena letaknya tersembunyi.

Luka ini biasanya bertahan 3–6 minggu lalu sembuh sendiri, diobati ataupun tidak. Sembuhnya luka bukan berarti bakterinya hilang. Tanpa pengobatan, infeksi berlanjut ke tahap berikutnya.

Tahap kedua bisa tampak sangat berbeda

Pada tahap kedua (sekunder), dapat muncul ruam kulit yang biasanya tidak gatal. Salah satu petunjuk khasnya adalah ruam di telapak tangan atau telapak kaki. Gejala lain dapat berupa demam, pembesaran kelenjar getah bening, sakit tenggorokan, rambut rontok berbercak, sakit kepala, berat badan turun, nyeri otot, dan rasa lelah.

Gejala ini pun dapat menghilang, lalu penyakit masuk fase laten, yaitu fase tanpa tanda apa pun. Tanpa pengobatan, sifilis dapat menetap di tubuh selama bertahun-tahun. Bila terus dibiarkan, sifilis dapat merusak berbagai organ, termasuk saraf, mata, dan telinga.

Bagaimana memastikannya?

Diagnosis tidak bisa ditegakkan hanya dengan melihat luka. CDC menganjurkan dua jenis tes darah: tes nontreponema seperti VDRL atau RPR, dan tes treponema. Hasil keduanya dibaca bersama riwayat dan pemeriksaan fisik.

Tes nontreponema juga menghasilkan angka kadar (titer) yang dipakai untuk memantau respons pengobatan. Karena itu satu kata "positif" tanpa konteks belum cukup untuk menentukan apakah infeksi masih aktif, sudah pernah diobati, atau perlu pemeriksaan tambahan.

WHO juga mendorong pemakaian tes cepat, termasuk tes ganda HIV dan sifilis, agar pengobatan bisa dimulai di hari yang sama.

Apakah sifilis bisa sembuh?

Ya. Sifilis dapat disembuhkan dengan antibiotik yang tepat. Penisilin suntik tetap menjadi obat pilihan di semua tahap, dan pada kehamilan penisilin adalah satu-satunya pengobatan yang terbukti efektif.

Namun pengobatan tidak membuat kebal. Setelah sembuh pun, seseorang dapat tertular lagi. Karena itu pasangan seksual harus ikut diperiksa. CDC bahkan menganjurkan pasangan yang berhubungan dalam 90 hari sebelum diagnosis sifilis tahap awal tetap diobati walaupun tes darahnya masih negatif.

Kenapa sifilis pada kehamilan sangat serius?

Bakteri sifilis dapat menular dari ibu ke janin. WHO mencatat sifilis pada kehamilan yang tidak diobati, terlambat diobati, atau diobati dengan antibiotik yang salah menimbulkan akibat buruk pada 50–80% kasus, seperti bayi lahir mati, kematian bayi baru lahir, kelahiran prematur, dan berat lahir rendah.

Kabar baiknya, risiko ini bisa ditekan bila sifilis ditemukan dan diobati cukup dini. Itulah sebabnya tes sifilis termasuk pemeriksaan rutin kehamilan dan tidak perlu menunggu gejala.

Kondom melindungi, tetapi tidak sempurna

Kondom yang dipakai dengan benar dan konsisten adalah salah satu perlindungan terbaik terhadap infeksi menular seksual (IMS). Tetapi luka sifilis bisa berada di kulit yang tidak tertutup kondom. Pencegahan karena itu juga mencakup tes berkala bila ada risiko, pengobatan yang tuntas, dan pengobatan pasangan.

Peran keluarga

Bila suami atau istri didiagnosis sifilis, hindari saling menyalahkan. Yang terpenting sekarang adalah keduanya diperiksa dan diobati, lalu menunda hubungan seksual sampai dokter menyatakan aman. Bila ada anggota keluarga yang hamil, dukung ia menjalani semua tes kehamilan, temani saat kontrol, dan jaga kerahasiaan hasilnya.

Ingat 3 hal ini

  1. Luka sifilis sering tidak sakit dan bisa hilang sendiri walaupun infeksinya masih ada.
  2. Sifilis dapat masuk fase tanpa gejala, sehingga tes darah penting bila ada risiko dan pada setiap kehamilan.
  3. Sifilis dapat disembuhkan dengan penisilin, tetapi seseorang tetap bisa tertular lagi bila pasangannya tidak ikut diobati.

Kalau ada seseorang yang pernah punya luka kelamin tidak sakit lalu menganggap masalahnya selesai karena lukanya hilang, bagikan bacaan ini. Pada sifilis, hilangnya gejala belum tentu berarti hilangnya penyakit.

Daftar Pustaka

  1. Centers for Disease Control and Prevention. About Syphilis. Updated January 2025.
  2. Centers for Disease Control and Prevention. Sexually Transmitted Infections Treatment Guidelines, 2021: Syphilis.
  3. World Health Organization. Syphilis Fact Sheet. 29 May 2025.
  4. World Health Organization. Sexually Transmitted Infections (STIs) Fact Sheet. 10 September 2025.
Untuk membantu Anda memahami kesehatan.

Materi edukasi umum. Informasi ini tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau pengobatan oleh tenaga kesehatan. Jika mengalami keadaan darurat, cari pertolongan langsung.

Ringkasan keselamatan
  • Gangguan penglihatan, penurunan pendengaran atau telinga berdenging, sakit kepala berat, kelemahan anggota gerak, atau perubahan kesadaran memerlukan pemeriksaan segera.
  • Ibu hamil dengan tes sifilis positif memerlukan pengobatan segera karena risiko penularan ke janin.
Tentang naskah ini

Kenali koleksi dan sumber bacaan.

Koleksi Bacaan Cepat Dokter Erta. Naskah sumber diperbarui 7 Oktober 2026; diterbitkan di website Klinik Kiera pada 11 Oktober 2026. Daftar pustaka di atas mengikuti naskah sumber.

Mari mulai dari percakapan.

Admin kami membantu Anda memilih layanan dan mengonfirmasi jadwal kunjungan.

Hubungi admin