Daftar isi bacaan
Bayangkan seorang ibu berusia 48 tahun yang sudah sepuluh tahun hidup dengan GERD. Setelah membaca bahwa asam lambung bisa memicu kanker kerongkongan, ia cemas dan bertanya, "Apakah saya harus endoskopi setiap tahun?"
Jawabannya: tidak semua orang dengan GERD perlu skrining Barrett’s esophagus.
Menurut ACG, Barrett’s esophagus adalah keadaan ketika lapisan kerongkongan rusak dan digantikan sel yang mirip lapisan usus. Keadaan ini berkaitan dengan refluks menahun dan sedikit meningkatkan risiko kanker kerongkongan jenis adenokarsinoma. Tetapi risikonya kurang dari 1 banding 200 per tahun, dan lebih dari 90% penderita Barrett’s tidak akan terkena kanker. Karena itu skrining diarahkan pada orang yang paling mungkin mendapat manfaat.
Siapa yang layak dipertimbangkan untuk skrining?
Pedoman ACG 2022 menyarankan satu kali endoskopi skrining bagi orang dengan GERD menahun yang juga memiliki tiga atau lebih faktor risiko tambahan:
- laki-laki;
- usia di atas 50 tahun;
- ras kulit putih;
- merokok;
- obesitas;
- riwayat Barrett’s esophagus atau kanker kerongkongan pada orang tua, saudara kandung, atau anak.
Faktor-faktor ini bukan skor kanker yang bisa dipakai sendiri. Sebagian data berasal dari populasi Barat, sehingga penerapannya pada orang Indonesia perlu ditimbang bersama dokter.
AGA 2022 juga menyebut alat pengambil sel dari kerongkongan tanpa endoskopi dapat dipertimbangkan sebagai pilihan skrining, walaupun ketersediaannya masih terbatas.
Skrining berbeda dengan endoskopi karena tanda bahaya
Skrining dilakukan pada orang tanpa tanda bahaya untuk mencari Barrett’s berdasarkan risiko. Endoskopi diagnostik dilakukan karena ada keluhan yang memang perlu diperiksa, misalnya sulit menelan, perdarahan, anemia, berat badan turun, atau keluhan yang tidak membaik dengan pengobatan yang tepat.
Jadi orang dengan GERD lama tanpa banyak faktor risiko tetap bisa memerlukan endoskopi bila ada alasan lain. Tetapi endoskopi berulang hanya karena "sudah lama punya maag" bukanlah skrining yang tepat. ACG juga tidak menyarankan skrining ulang bila endoskopi skrining pertama tidak menemukan Barrett’s.
Kalau ditemukan Barrett’s, apakah pasti menjadi kanker?
Tidak. Barrett’s adalah keadaan prakanker: risikonya lebih tinggi daripada orang tanpa Barrett’s, tetapi pada Barrett’s tanpa displasia (tanpa perubahan sel yang mengarah ke kanker), risiko nyatanya tetap rendah.
Tujuan pemantauan berkala bukan membuat orang hidup dalam ketakutan, melainkan menemukan displasia saat tindakan pencegahan masih sangat efektif. Hasil biopsi menentukan langkah berikutnya. Menurut ACG 2022, pada Barrett’s tanpa displasia, endoskopi pemantauan umumnya dilakukan setiap 3–5 tahun tergantung panjang segmennya, bukan setiap beberapa bulan.
Bila ditemukan displasia yang sudah dipastikan, penilaian oleh ahli patologi saluran cerna dan pusat yang berpengalaman menjadi penting. Tindakan melalui endoskopi untuk menghilangkan jaringan tersebut dapat dipertimbangkan. Jadi Barrett’s mengubah rencana pemantauan, tetapi tidak berarti otomatis perlu operasi atau pasti menjadi kanker.
Yang bisa dilakukan mulai hari ini
- Nilai faktor risiko secara keseluruhan, bukan hanya lamanya keluhan.
- Beri tahu dokter bila ada riwayat Barrett’s atau kanker kerongkongan dalam keluarga dekat.
- Kendalikan berat badan dan berhenti merokok; manfaatnya jauh melampaui urusan refluks.
- Jangan menjadwalkan endoskopi tahunan sendiri tanpa alasan.
- Bila sudah didiagnosis Barrett’s, pastikan Anda tahu apakah ada displasia dan kapan jadwal pemantauan berikutnya.
Kapan harus diperiksa lebih cepat?
Sulit menelan yang makin berat, makanan terasa tersangkut, muntah darah, tinja hitam, anemia, berat badan turun tanpa disengaja, atau muntah terus-menerus adalah alasan untuk segera diperiksa. Bila nyeri dada mengarah ke penyakit jantung, prioritasnya adalah memeriksa jantung, bukan mencari Barrett’s.
Peran keluarga
Bila orang tua atau saudara kandung pernah didiagnosis Barrett’s atau kanker kerongkongan, sampaikan hal ini kepada anggota keluarga lain yang punya GERD menahun, karena riwayat keluarga termasuk faktor risiko. Dukung pasangan atau orang tua untuk berhenti merokok dan menjaga berat badan, dan temani mereka saat jadwal pemantauan tiba.
Ingat 3 hal ini
- Tidak semua orang dengan GERD memerlukan endoskopi skrining Barrett’s esophagus.
- Skrining lebih dipertimbangkan pada GERD menahun yang disertai tiga atau lebih faktor risiko tambahan.
- Barrett’s bukan kanker; pemantauan berkala bertujuan menemukan perubahan berisiko lebih tinggi sejak dini.
Kalau ada keluarga yang merasa harus endoskopi setiap tahun hanya karena sudah lama punya GERD, bagikan bacaan ini. Skrining yang tepat bukan pemeriksaan sebanyak-banyaknya, tetapi pemeriksaan pada orang yang paling mungkin mendapat manfaat.
Daftar Pustaka
- Shaheen NJ, Falk GW, Iyer PG, et al. Diagnosis and Management of Barrett’s Esophagus: An Updated ACG Guideline. Am J Gastroenterol. 2022.
- American College of Gastroenterology. Barrett’s Esophagus: Patient Information.
- Muthusamy VR, Wani S, Gyawali CP, Komanduri S. AGA Clinical Practice Update on New Technology and Innovation for Surveillance and Screening in Barrett’s Esophagus: Expert Review. Clin Gastroenterol Hepatol. 2022.
- Katz PO, Dunbar KB, Schnoll-Sussman FH, et al. ACG Clinical Guideline for the Diagnosis and Management of Gastroesophageal Reflux Disease. Am J Gastroenterol. 2022.
Sumber daring
- S1: ACG — Diagnosis and Management of Barrett’s Esophagus: An Updated ACG Guideline (Shaheen NJ, et al., 2022)
- S2: ACG — Barrett’s Esophagus (Patient Information)
- S3: AGA — Clinical Practice Update on New Technology and Innovation for Surveillance and Screening in Barrett’s Esophagus (Muthusamy VR, et al., 2022)
- S4: ACG — Clinical Guideline for the Diagnosis and Management of Gastroesophageal Reflux Disease (Katz PO, et al., 2022)
Materi edukasi umum. Informasi ini tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau pengobatan oleh tenaga kesehatan. Jika mengalami keadaan darurat, cari pertolongan langsung.
Ringkasan keselamatan
- Sulit menelan yang makin berat, makanan terasa tersangkut, muntah darah, tinja hitam, anemia, berat badan turun, atau muntah terus-menerus perlu segera diperiksa.
- Nyeri dada yang mengarah ke penyakit jantung memerlukan penilaian jantung terlebih dahulu.
Kenali koleksi dan sumber bacaan.
Koleksi Bacaan Cepat Dokter Erta. Naskah sumber diperbarui 7 Oktober 2026; diterbitkan di website Klinik Kiera pada 11 Oktober 2026. Daftar pustaka di atas mengikuti naskah sumber.
