Daftar isi bacaan
Bayangkan seorang ibu hamil 32 minggu yang merasa baik-baik saja. Saat kontrol, tekanan darahnya 145/95 mmHg. Ia berpikir, "Ah, mungkin karena capek," lalu menunda pemeriksaan ulang. Seminggu kemudian ia datang ke IGD dengan sakit kepala hebat dan pandangan berkunang-kunang. Kisah seperti ini bisa dicegah. Menurut ACOG, preeklampsia biasanya muncul setelah usia kehamilan 20 minggu, sering pada trimester ketiga, dan bisa berkembang diam-diam tanpa disadari. Kondisi ini bahkan bisa muncul dalam minggu-minggu setelah melahirkan. Karena itu kontrol kehamilan tetap penting, meski badan terasa sehat.
Angka berapa yang perlu diwaspadai?
ACOG menyebut tanda pertama preeklampsia bisa berupa protein dalam urine atau tekanan darah 140/90 mmHg atau lebih. Tekanan darah memang naik turun sepanjang hari, sehingga satu hasil tinggi biasanya diukur ulang. Namun tekanan darah 160/110 mmHg atau lebih termasuk hipertensi berat, yang menurut ACOG membawa risiko komplikasi sangat serius. Bila tidak ditangani, preeklampsia dapat menyebabkan stroke, kejang, dan kerusakan organ, serta berkaitan dengan sindrom HELLP yang merupakan keadaan darurat.
Gejala apa yang perlu diperhatikan?
Tanda peringatan menurut ACOG: - sakit kepala yang tidak kunjung hilang; - pandangan berubah atau melihat bintik-bintik; - nyeri perut bagian atas atau bahu; - mual dan muntah pada paruh kedua kehamilan; - berat badan naik mendadak; - bengkak pada wajah atau tangan; - sesak napas. ACOG juga berpesan: percayai naluri Anda. Gejala baru yang muncul mendadak menjelang persalinan atau setelah melahirkan patut membuat Anda segera menghubungi dokter, bahkan bila hanya merasa "tidak beres".
Apakah bengkak kaki berarti preeklampsia?
Tidak selalu. Bengkak ringan di kaki cukup sering terjadi pada kehamilan lanjut. Yang lebih mencurigakan adalah bengkak yang muncul mendadak di wajah atau tangan, apalagi disertai tekanan darah tinggi, sakit kepala, atau gangguan penglihatan. Dokter akan menilai pola tekanan darah, urine, hasil darah, dan kondisi janin, bukan satu gejala saja.
Kalau tekanan darah di rumah tinggi, apa yang dilakukan?
CDC menganjurkan cara mengukur yang benar: - jangan makan atau minum 30 menit sebelumnya, dan kosongkan kandung kemih; - duduk dengan punggung bersandar setidaknya 5 menit; - kaki menapak di lantai dan tidak disilangkan; - lengan bermanset diletakkan di meja setinggi dada; - manset menempel di kulit, tidak di atas baju; - jangan berbicara saat pengukuran; - ukur minimal dua kali berjarak 1 sampai 2 menit, lalu catat. Bila hasilnya tetap 140/90 mmHg atau lebih, hubungi tim kebidanan. Bila mencapai 160/110 mmHg atau lebih, atau muncul sakit kepala berat, gangguan penglihatan, nyeri dada, sesak, nyeri perut atas, penurunan kesadaran, atau kejang, jangan menunggu di rumah.
Siapa yang lebih berisiko?
ACOG menyebut preeklampsia bisa terjadi pada siapa saja, termasuk yang tidak punya faktor risiko jelas. Risiko lebih tinggi pada riwayat preeklampsia sebelumnya, hamil kembar, hipertensi kronik, penyakit ginjal, diabetes, penyakit autoimun seperti lupus, atau gabungan beberapa faktor risiko sedang, seperti hamil pertama, usia 35 tahun ke atas, BMI di atas 30, atau riwayat preeklampsia pada ibu atau saudara perempuan.
Kenapa penting untuk jantung jangka panjang?
Riwayat preeklampsia bukan sekadar cerita kehamilan. Menurut ACOG, perempuan yang pernah mengalami preeklampsia, terutama yang bayinya lahir prematur, berisiko lebih tinggi mengalami penyakit ginjal, serangan jantung, stroke, dan tekanan darah tinggi di kemudian hari. ACOG menganjurkan riwayat ini dicatat dan disampaikan kepada dokter lain, agar menjadi bagian dari catatan kesehatan jangka panjang.
Peran keluarga
Bantu ibu hamil mengukur dan mencatat tekanan darah dengan benar. Kenali tanda peringatan bersama-sama, dan jangan meremehkan keluhan seperti sakit kepala yang tidak hilang atau pandangan kabur. Siapkan rencana transportasi ke fasilitas kesehatan sejak jauh hari, sehingga bila tanda bahaya muncul, tidak ada waktu yang terbuang.
Ingat 3 hal ini
- Tekanan darah 140/90 mmHg atau lebih saat hamil perlu diwaspadai; 160/110 mmHg atau lebih termasuk hipertensi berat.
- Sakit kepala yang tidak hilang, gangguan penglihatan, nyeri perut atas, sesak, atau bengkak mendadak pada wajah dan tangan bisa menjadi tanda preeklampsia.
- Preeklampsia bisa berkembang diam-diam, jadi kontrol kehamilan tetap penting meski merasa sehat. Kalau ada ibu hamil di keluarga yang menganggap tekanan darah tinggi baru berbahaya kalau sudah pusing berat, bagikan bacaan ini. Mengenali perubahan lebih awal dapat membuat perbedaan besar bagi ibu dan bayi.
Daftar Pustaka
- American College of Obstetricians and Gynecologists. Preeclampsia and High Blood Pressure During Pregnancy. FAQ034. Last reviewed April 2025.
- American College of Obstetricians and Gynecologists. 7 Things to Know About Preeclampsia. June 2026.
- Centers for Disease Control and Prevention. Measuring Your Blood Pressure.
Sumber daring
Materi edukasi umum. Informasi ini tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau pengobatan oleh tenaga kesehatan. Jika mengalami keadaan darurat, cari pertolongan langsung.
Ringkasan keselamatan
- Tekanan darah 160/110 mmHg atau lebih memerlukan penilaian segera.
- Sakit kepala berat yang menetap, gangguan penglihatan, nyeri perut atas, sesak, kejang, atau penurunan kesadaran memerlukan pertolongan segera.
Kenali koleksi dan sumber bacaan.
Koleksi Bacaan Cepat Dokter Erta. Naskah sumber diperbarui 7 Oktober 2026; diterbitkan di website Klinik Kiera pada 11 Oktober 2026. Daftar pustaka di atas mengikuti naskah sumber.
