Daftar isi bacaan
- Bisa muncul walau tekanan darah selama hamil normal
- Gejala apa yang harus membuat waspada?
- Angka tekanan darah berapa yang perlu dilaporkan?
- Kenapa kontrol harus lebih cepat?
- Bukankah sakit kepala setelah melahirkan itu biasa?
- Bagaimana pengobatannya?
- Penting untuk jantung jangka panjang
- Peran keluarga
- Ingat 3 hal ini
- Daftar Pustaka
- Bacaan terkait
Bayangkan seorang ibu yang lima hari lalu melahirkan dengan lancar. Selama hamil tekanan darahnya selalu normal. Sekarang ia sakit kepala yang tidak kunjung reda dan pandangannya agak kabur. Keluarga berkata, "Wajar, kurang tidur karena begadang menyusui." Padahal keluhan ini bisa menjadi tanda bahaya. Banyak keluarga merasa fase paling berbahaya selesai begitu bayi lahir. Padahal menurut ACOG, lebih dari separuh kematian terkait kehamilan terjadi setelah bayi lahir. Salah satu penyebab yang perlu diwaspadai adalah preeklampsia pascapersalinan.
Bisa muncul walau tekanan darah selama hamil normal
ACOG menjelaskan bahwa sebagian ibu mengalami preeklampsia justru setelah melahirkan, termasuk yang tekanan darahnya normal selama hamil. Kondisi ini paling sering muncul dalam beberapa hari setelah persalinan, tetapi bisa terjadi hingga 6 minggu kemudian. Tanpa pengobatan, preeklampsia dapat menyebabkan stroke, kejang, dan masalah serius lain.
Gejala apa yang harus membuat waspada?
ACOG menganjurkan segera menghubungi dokter bila muncul: - gangguan penglihatan, seperti kabur, silau, atau melihat bintik; - sakit kepala yang tidak hilang; - sesak napas; - bengkak pada wajah atau tangan; - nyeri di bahu atau perut, sering di sisi kanan atas; - mual atau muntah; - berat badan naik mendadak, sekitar 1 sampai 1,5 kg atau lebih dalam seminggu. Gejala ini mudah disangka akibat kurang tidur, lelah merawat bayi, atau "badan masih pemulihan". Karena itu keluarga perlu mengenalinya sebelum ibu pulang dari rumah sakit.
Angka tekanan darah berapa yang perlu dilaporkan?
Dokter mungkin meminta ibu mengukur tekanan darah di rumah setelah pulang. ACOG menyarankan segera menghubungi dokter bila tekanan sistolik 140 mmHg atau lebih dan/atau diastolik 90 mmHg atau lebih. Tekanan darah 160/110 mmHg atau lebih termasuk hipertensi berat. Bila angka sangat tinggi atau ada gejala berat, jangan menunggu; langsung ke fasilitas kesehatan.
Kenapa kontrol harus lebih cepat?
Menurut ACOG, ibu dengan hipertensi dalam kehamilan dianjurkan memeriksakan tekanan darah paling lambat 7 sampai 10 hari setelah melahirkan, dan dalam 72 jam bila hipertensinya berat. Alasannya kuat: lebih dari separuh stroke pascapersalinan terjadi dalam 10 hari setelah pulang dari rumah sakit. Jadi kontrol pascapersalinan bukan hanya satu kunjungan di minggu keenam.
Bukankah sakit kepala setelah melahirkan itu biasa?
Sakit kepala setelah melahirkan memang bisa karena kurang tidur, kurang minum, migrain, atau efek bius. Tetapi sakit kepala yang baru, berat, menetap, apalagi disertai gangguan penglihatan, tekanan darah tinggi, bingung, atau kejang, tidak boleh dianggap biasa. Pada masa ini, lebih baik memeriksakan diri terlalu cepat daripada terlambat.
Bagaimana pengobatannya?
Menurut ACOG, preeklampsia pascapersalinan dapat diobati dengan obat penurun tekanan darah, dan dokter dapat memberikan obat lewat infus untuk mencegah kejang. Ibu yang mendapat pengobatan tepat waktu biasanya pulih sepenuhnya. Bila sudah mendapat obat tekanan darah, jangan menghentikannya sendiri, dan beri tahu dokter bila sedang menyusui agar pilihan obatnya disesuaikan.
Penting untuk jantung jangka panjang
Riwayat preeklampsia bukan sekadar cerita persalinan. ACOG menyebut perempuan yang pernah mengalaminya berisiko lebih tinggi terkena penyakit ginjal, serangan jantung, stroke, dan tekanan darah tinggi di kemudian hari. Catat riwayat ini dan sampaikan kepada dokter yang merawat di masa depan.
Peran keluarga
Ibu baru sering mengabaikan dirinya demi bayi. Keluarga dapat membantu mengukur tekanan darah di rumah sesuai anjuran, mengambil alih sebagian tugas merawat bayi agar ibu bisa beristirahat, dan tidak menganggap sepele keluhan sakit kepala atau pandangan kabur. Simpan nomor fasilitas kesehatan terdekat dan siapkan transportasi bila sewaktu-waktu dibutuhkan.
Ingat 3 hal ini
- Preeklampsia bisa muncul pertama kali setelah melahirkan, bahkan bila tekanan darah selama hamil normal, hingga 6 minggu kemudian.
- Tekanan darah 140/90 mmHg atau lebih, sakit kepala yang tidak hilang, gangguan penglihatan, atau sesak setelah melahirkan perlu segera dilaporkan.
- Ibu dengan hipertensi kehamilan perlu cek tekanan darah paling lambat 7 sampai 10 hari setelah melahirkan, dan riwayat ini penting untuk jantung jangka panjang. Kalau ada ibu baru yang menganggap semua sakit kepala dan bengkak setelah melahirkan pasti karena kurang tidur, bagikan bacaan ini. Masa setelah melahirkan tetap perlu dipantau, bukan sekadar waktu istirahat di rumah.
Daftar Pustaka
- American College of Obstetricians and Gynecologists. 3 Conditions to Watch for After Childbirth. Last reviewed February 2026.
- American College of Obstetricians and Gynecologists. Optimizing Postpartum Care. ACOG Committee Opinion No. 736. Obstet Gynecol. 2018;131:e140–e150.
- American College of Obstetricians and Gynecologists. Preeclampsia and High Blood Pressure During Pregnancy. FAQ034.
Sumber daring
Materi edukasi umum. Informasi ini tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau pengobatan oleh tenaga kesehatan. Jika mengalami keadaan darurat, cari pertolongan langsung.
Ringkasan keselamatan
- Tekanan darah sangat tinggi, kejang, sesak berat, gangguan penglihatan, atau sakit kepala berat yang menetap memerlukan pertolongan segera.
- Nyeri dada, kelemahan separuh badan, bicara pelo, atau penurunan kesadaran setelah melahirkan adalah keadaan darurat.
Kenali koleksi dan sumber bacaan.
Koleksi Bacaan Cepat Dokter Erta. Naskah sumber diperbarui 7 Oktober 2026; diterbitkan di website Klinik Kiera pada 11 Oktober 2026. Daftar pustaka di atas mengikuti naskah sumber.
