Daftar isi bacaan
Bayangkan dua ibu hamil 10 minggu yang sama-sama membaca artikel tentang aspirin dan preeklampsia. Yang pertama punya hipertensi sejak sebelum hamil, tetapi takut minum aspirin karena mengira semua aspirin berbahaya bagi janin. Yang kedua sehat tanpa faktor risiko, tetapi ingin langsung membeli aspirin sendiri "supaya aman". Keduanya perlu jawaban yang berbeda. Aspirin dosis rendah memang dianjurkan pada sebagian kehamilan yang berisiko preeklampsia, tetapi pemakaiannya harus berdasarkan penilaian risiko dan arahan dokter. Ini bukan suplemen rutin untuk semua ibu hamil.
Siapa yang termasuk berisiko tinggi?
Menurut ACOG dan SMFM, faktor risiko tinggi preeklampsia meliputi: - riwayat preeklampsia; - hamil kembar; - penyakit ginjal; - penyakit autoimun, seperti lupus atau sindrom antifosfolipid; - diabetes tipe 1 atau tipe 2; - hipertensi kronik. Bila ada satu saja faktor ini, aspirin dosis rendah dianjurkan selama tidak ada alasan yang melarang. Pada USPSTF 2021, rekomendasi ini mendapat derajat B.
Bagaimana dengan faktor risiko sedang?
Sebagian ibu hamil tidak punya faktor risiko tinggi, tetapi punya beberapa faktor risiko sedang, misalnya kehamilan pertama, usia 35 tahun atau lebih, BMI di atas 30, riwayat preeklampsia pada ibu atau saudara perempuan, jarak lebih dari 10 tahun dari kehamilan sebelumnya, atau riwayat komplikasi kehamilan sebelumnya. Sejak 2021, USPSTF juga menambahkan kehamilan dari program bayi tabung sebagai faktor risiko sedang. USPSTF menganjurkan aspirin dosis rendah bila ada lebih dari satu faktor risiko sedang. Karena itu dua ibu hamil yang sama-sama tampak sehat bisa mendapat saran berbeda.
Kapan dimulai?
ACOG dan SMFM menganjurkan aspirin dosis rendah dimulai antara usia kehamilan 12 dan 28 minggu, paling baik sebelum 16 minggu, lalu diminum setiap hari sampai persalinan. Di Amerika Serikat dosisnya 81 mg per hari; sediaan dan protokol di negara lain bisa berbeda. Jangan menyalin dosis dari internet atau dari resep orang lain. Bila baru kontrol pada usia kehamilan 18 atau 20 minggu, jangan langsung menyimpulkan sudah terlambat. Rentang pemberian masih sampai 28 minggu, dan keputusannya tetap di tangan dokter.
Apakah aman?
Menurut ACOG dan SMFM, aspirin dosis rendah selama kehamilan dianggap aman dan jarang menimbulkan komplikasi serius bagi ibu maupun janin. Berbagai telaah sistematis juga tidak menemukan peningkatan kelainan bawaan. Namun "aman secara umum" tidak berarti "boleh dimulai sendiri". Dokter perlu menilai riwayat alergi aspirin atau obat antinyeri tertentu, gangguan perdarahan, dan obat lain yang sedang diminum.
Apakah riwayat keguguran berarti perlu aspirin?
Tidak otomatis. ACOG dan SMFM menegaskan, tanpa faktor risiko preeklampsia, bukti yang ada tidak mendukung aspirin dosis rendah untuk mencegah keguguran dini, pertumbuhan janin terhambat, bayi lahir mati, atau persalinan prematur. Satu obat bisa bermanfaat untuk indikasi tertentu, tetapi tidak untuk semua masalah kehamilan.
Apa yang sebaiknya ditanyakan saat kontrol awal?
- Apakah saya punya faktor risiko tinggi preeklampsia?
- Apakah saya punya lebih dari satu faktor risiko sedang?
- Apakah aspirin dosis rendah dianjurkan untuk saya, kapan mulai, dan kapan berhenti?
- Apakah ada kondisi atau obat saya yang perlu diperhatikan? Pertanyaan ini idealnya dibahas sejak trimester pertama, agar jendela waktu terbaik sebelum 16 minggu tidak terlewat.
Peran keluarga
Antar ibu hamil kontrol sejak awal kehamilan, karena waktu terbaik memulai aspirin ada di trimester pertama dan awal trimester kedua. Bila dokter meresepkan aspirin, bantu mengingatkan agar diminum setiap hari dan tidak dihentikan sendiri. Sebaliknya, jangan membelikan aspirin tanpa resep hanya karena saran kerabat.
Ingat 3 hal ini
- Aspirin dosis rendah untuk ibu hamil berisiko tinggi preeklampsia atau yang punya lebih dari satu faktor risiko sedang, bukan untuk semua.
- Bila dianjurkan, aspirin dimulai antara 12 dan 28 minggu, paling baik sebelum 16 minggu.
- Jangan memulai, menghentikan, atau mengubah dosis aspirin sendiri tanpa arahan dokter. Kalau ada ibu hamil yang ingin minum aspirin hanya karena melihat saran di media sosial, bagikan bacaan ini. Obat yang tepat tetap membutuhkan orang yang tepat, alasan yang tepat, dan waktu yang tepat.
Daftar Pustaka
- American College of Obstetricians and Gynecologists. Low-Dose Aspirin Use for the Prevention of Preeclampsia and Related Morbidity and Mortality. Practice Advisory. December 2021.
- American College of Obstetricians and Gynecologists, Society for Maternal-Fetal Medicine. Low-Dose Aspirin Use During Pregnancy. ACOG Committee Opinion No. 743. Obstet Gynecol. 2018.
- American College of Obstetricians and Gynecologists. Preeclampsia and High Blood Pressure During Pregnancy. FAQ034.
Sumber daring
Materi edukasi umum. Informasi ini tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau pengobatan oleh tenaga kesehatan. Jika mengalami keadaan darurat, cari pertolongan langsung.
Ringkasan keselamatan
- Perdarahan atau reaksi alergi setelah minum aspirin memerlukan pemeriksaan segera.
- Tanda preeklampsia tetap perlu diperiksa meski sudah minum aspirin pencegahan.
Kenali koleksi dan sumber bacaan.
Koleksi Bacaan Cepat Dokter Erta. Naskah sumber diperbarui 7 Oktober 2026; diterbitkan di website Klinik Kiera pada 11 Oktober 2026. Daftar pustaka di atas mengikuti naskah sumber.
