Daftar isi bacaan
Bayangkan seorang ibu hamil 26 minggu yang merasa segar, tidak sering haus, dan berat badannya naik wajar. Saat diminta tes gula, ia ragu: "Saya kan tidak ada keluhan, buat apa?" Padahal diabetes saat hamil justru sering datang tanpa keluhan. Diabetes gestasional adalah diabetes yang muncul pertama kali saat hamil. Menurut ACOG, hormon kehamilan dapat mengganggu kerja insulin. Biasanya tubuh mampu membuat lebih banyak insulin untuk mengimbanginya, tetapi pada sebagian ibu produksi insulin tidak cukup sehingga gula darah naik. Karena sering tanpa gejala, ACOG menyatakan semua ibu hamil perlu diskrining.
Kenapa ini penting bagi ibu dan bayi?
Bila gula darah tinggi, tubuh ibu mengalirkan gula berlebih ke janin, sehingga janin bisa tumbuh terlalu besar. Menurut ACOG, bayi yang besar dapat menyebabkan persalinan sulit, operasi sesar, perdarahan berat setelah melahirkan, atau robekan jalan lahir yang berat. Tekanan darah tinggi dan preeklampsia juga lebih sering terjadi. Bayi berisiko mengalami gangguan napas, kuning, gula darah rendah saat lahir, cedera saat persalinan, dan risiko bayi lahir mati juga meningkat.
Kapan skrining dilakukan?
Dokter akan menanyakan riwayat kesehatan untuk menilai faktor risiko, antara lain berat badan berlebih, kurang aktif bergerak, riwayat diabetes gestasional atau bayi besar (4 kg atau lebih) pada kehamilan sebelumnya, tekanan darah tinggi, riwayat penyakit jantung, dan PCOS (kini disebut PMOS). ACOG juga menyebut diabetes gestasional bisa terjadi pada ibu tanpa faktor risiko. - Bila ada faktor risiko, gula darah diperiksa sejak awal kehamilan. - Bila tidak ada faktor risiko, atau hasil awal normal, gula darah diperiksa pada usia kehamilan 24 sampai 28 minggu. Artinya, hasil normal di awal kehamilan tidak berarti tes berikutnya boleh dilewati.
Seperti apa tesnya?
Pada tes skrining yang dijelaskan ACOG, ibu minum larutan gula khusus, lalu darah diambil satu jam kemudian. Bila hasilnya tinggi, dilakukan tes gula lain untuk memastikan. Protokol bisa berbeda antarnegara dan fasilitas, jadi jangan membandingkan angka dari satu jenis tes dengan batas dari tes lain. Tidak perlu "diet khusus supaya lolos tes". Tujuan skrining adalah menemukan masalah yang memang ada, bukan menghasilkan angka yang tampak bagus satu hari.
Kalau hasilnya tinggi, apakah langsung insulin?
Tidak selalu. Menurut ACOG, pada banyak ibu, pola makan sehat dan olahraga teratur sudah cukup mengendalikan gula darah. Anjuran umumnya: - makan teratur, sering kali 3 kali makan dan 2 sampai 3 camilan sehari; - olahraga intensitas sedang sekitar 150 menit per minggu; - berjalan 10 sampai 15 menit setelah setiap makan; - memeriksa gula darah dengan glukometer dan membawa catatannya setiap kontrol. Bila target belum tercapai, obat dapat diperlukan. ACOG menyebut insulin sebagai obat yang dianjurkan selama hamil karena tidak melewati plasenta. Dokter juga dapat meminta ibu menghitung gerakan janin dan menjalani pemeriksaan kesejahteraan janin. Diagnosis ini bukan tanda gagal menjaga kehamilan. Ini sinyal bahwa tubuh membutuhkan strategi tambahan.
Apakah hilang setelah melahirkan?
Pada kebanyakan ibu, diabetes gestasional hilang setelah persalinan. Tetapi ACOG mencatat, sekitar sepertiga mengalami diabetes atau gula darah tinggi ringan segera setelah melahirkan, dan 15 sampai 70% akan mengalami diabetes di kemudian hari. ACOG menganjurkan tes gula darah 4 sampai 12 minggu setelah melahirkan, lalu setiap 1 sampai 3 tahun bila hasilnya normal. Anak yang lahir dari ibu dengan diabetes gestasional juga berisiko kegemukan dan diabetes, jadi beri tahu dokter anak tentang riwayat ini.
Peran keluarga
Antar ibu hamil menjalani tes sesuai jadwal. Bila didiagnosis, dukung perubahan pola makan dengan memasak menu yang sama untuk seluruh keluarga, dan ajak berjalan santai setelah makan. Setelah melahirkan, ingatkan jadwal tes gula darah, karena di tengah kesibukan merawat bayi, pemeriksaan ini mudah terlupa.
Ingat 3 hal ini
- Diabetes gestasional sering tanpa gejala, sehingga semua ibu hamil perlu diskrining.
- Skrining biasanya pada 24 sampai 28 minggu, atau lebih awal bila ada faktor risiko.
- Setelah melahirkan, tes gula darah dianjurkan pada 4 sampai 12 minggu, lalu berkala, karena risiko diabetes tipe 2 tetap tinggi. Kalau ada ibu hamil yang ingin melewatkan tes gula karena merasa sehat, bagikan bacaan ini. Skrining dilakukan justru karena perubahan gula darah sering berjalan diam-diam sebelum menimbulkan keluhan.
Daftar Pustaka
- American College of Obstetricians and Gynecologists. Gestational Diabetes. FAQ177. Last reviewed April 2026.
- American College of Obstetricians and Gynecologists. Routine Tests During Pregnancy. Patient FAQ.
Sumber daring
Materi edukasi umum. Informasi ini tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau pengobatan oleh tenaga kesehatan. Jika mengalami keadaan darurat, cari pertolongan langsung.
Ringkasan keselamatan
- Gula darah sangat tinggi disertai muntah, lemas berat, atau penurunan kesadaran memerlukan pertolongan segera.
- Gerakan janin yang berkurang dibanding biasanya perlu segera dilaporkan.
Kenali koleksi dan sumber bacaan.
Koleksi Bacaan Cepat Dokter Erta. Naskah sumber diperbarui 7 Oktober 2026; diterbitkan di website Klinik Kiera pada 11 Oktober 2026. Daftar pustaka di atas mengikuti naskah sumber.
