Daftar isi bacaan
- Seperti apa infeksi kandung kemih?
- Kapan harus memikirkan infeksi ginjal?
- Kenapa kultur urine lebih penting pada infeksi ginjal?
- Kenapa tidak boleh memakai antibiotik sisa?
- Istilah baru: ISK dengan dan tanpa komplikasi
- Kapan harus segera mencari pertolongan?
- Peran keluarga
- Ingat 3 hal ini
- Daftar Pustaka
- Bacaan terkait
Bayangkan seorang perempuan yang sejak dua hari lalu perih setiap kali buang air kecil dan bolak-balik ke toilet. Ia minum antibiotik sisa dari anyang-anyangan tahun lalu. Malam ini badannya menggigil, demam, dan pinggang kanannya nyeri. Ia bingung: apakah ini masih anyang-anyangan biasa?
Perih saat berkemih dan ingin kencing terus adalah gambaran khas infeksi kandung kemih (sistitis), jenis infeksi saluran kemih (ISK) yang paling sering. Tetapi bakteri dapat naik dari kandung kemih menuju ginjal. Infeksi ginjal (pielonefritis) lebih jarang, tetapi jauh lebih serius.
Karena itu penting mengenali kapan gejalanya masih di kandung kemih dan kapan sudah menunjukkan tanda infeksi ginjal.
Seperti apa infeksi kandung kemih?
Menurut CDC, gejala infeksi kandung kemih meliputi:
- nyeri atau rasa panas saat berkemih;
- sering berkemih;
- rasa ingin terus berkemih walaupun kandung kemih sudah kosong;
- urine berdarah;
- rasa tertekan atau kram di perut bawah atau selangkangan.
Pada infeksi yang masih di kandung kemih, penderita umumnya tidak demam tinggi dan tidak nyeri pinggang yang jelas.
Kapan harus memikirkan infeksi ginjal?
CDC menyebut gejala infeksi ginjal berupa demam, menggigil, nyeri punggung bawah atau samping, serta mual atau muntah. Nyerinya biasanya terasa di pinggang bagian belakang samping, di bawah tulang rusuk.
Penderita juga bisa tampak jauh lebih sakit, lemas, dan sulit makan atau minum. NICE mencatat infeksi ginjal dapat menimbulkan komplikasi berupa gangguan fungsi ginjal, sepsis, dan persalinan prematur pada ibu hamil. NICE juga menganjurkan rujukan ke rumah sakit bila ada tanda penyakit yang lebih berat, seperti sepsis.
Jadi masih bisa berkemih bukan alasan untuk menganggap keadaan aman.
Kenapa kultur urine lebih penting pada infeksi ginjal?
Untuk anyang-anyangan biasa, diagnosis sering cukup dari gejala, dan kebutuhan kultur tergantung keadaan. Tetapi pada dugaan infeksi ginjal, NICE menganjurkan sampel urine pancaran tengah diambil untuk kultur dan uji kepekaan sebelum antibiotik dimulai.
Tujuannya mengetahui bakteri penyebab dan memastikan antibiotiknya masih mempan. Hasil kultur dan riwayat antibiotik sebelumnya juga ditinjau. Bila hasil kultur menunjukkan bakterinya kebal, antibiotik diganti.
Bila penderita sangat sakit, pengobatan tidak ditunda hanya untuk menunggu hasil kultur. Sampel diambil lebih dulu bila memungkinkan, lalu pengobatan dimulai.
Kenapa tidak boleh memakai antibiotik sisa?
Karena antibiotik untuk anyang-anyangan belum tentu tepat untuk infeksi ginjal. Menurut NICE, infeksi ginjal memerlukan antibiotik yang mencapai kadar cukup di jaringan ginjal. Beberapa obat yang sering dipakai untuk infeksi kandung kemih, seperti nitrofurantoin, tidak mencapai kadar tersebut sehingga dihindari untuk infeksi ginjal.
Pilihan obat juga dipengaruhi kehamilan, fungsi ginjal, alergi, batu atau sumbatan, dan riwayat bakteri kebal. Obat sisa bisa meredakan gejala sebentar, tetapi gagal mengatasi infeksi yang lebih dalam.
Istilah baru: ISK dengan dan tanpa komplikasi
Pedoman IDSA 2025 menyederhanakan istilah. Infeksi yang hanya di kandung kemih, pada perempuan maupun laki-laki, disebut ISK tanpa komplikasi. Infeksi yang sudah meluas melewati kandung kemih, termasuk ke ginjal, disebut ISK dengan komplikasi (complicated UTI). Pemilihan antibiotiknya dimulai dengan menilai seberapa berat penyakitnya dan risiko bakteri kebal obat.
Kehamilan, kateter, batu, kelainan saluran kemih, daya tahan tubuh lemah, atau gangguan ginjal juga membuat penanganan perlu lebih hati-hati.
Kapan harus segera mencari pertolongan?
Jangan menunggu jadwal kontrol bila ada:
- demam tinggi atau menggigil;
- nyeri pinggang berat;
- muntah sampai tidak bisa minum;
- kebingungan;
- pingsan atau terasa sangat lemas;
- napas cepat;
- atau keadaan memburuk cepat.
Peran keluarga
Bila anggota keluarga sedang anyang-anyangan, bantu pantau suhu tubuhnya, terutama pada malam hari. Perhatikan bila ia mulai menggigil, muntah, mengeluh nyeri pinggang, atau tampak bingung, khususnya pada lansia. Antar ke fasilitas kesehatan, bawa catatan obat yang sudah diminum, dan jangan menawarkan antibiotik sisa.
Ingat 3 hal ini
- Anyang-anyangan biasanya berupa perih saat berkemih dan sering berkemih tanpa demam.
- Demam, menggigil, nyeri pinggang, mual, dan muntah mengarah ke infeksi ginjal.
- Infeksi ginjal perlu diperiksa lebih cepat, sebaiknya dengan kultur urine sebelum antibiotik.
Kalau ada keluarga yang selalu menganggap setiap anyang-anyangan sebagai ISK biasa, bagikan bacaan ini. Yang penting bukan hanya tahu ada infeksi, tetapi juga tahu seberapa jauh infeksinya sudah naik.
Daftar Pustaka
- Centers for Disease Control and Prevention. Urinary Tract Infection Basics. Updated 22 September 2026.
- National Institute for Health and Care Excellence. Urinary Tract Infection (Lower): Antimicrobial Prescribing. NICE guideline NG109.
- National Institute for Health and Care Excellence. Pyelonephritis (Acute): Antimicrobial Prescribing. NICE guideline NG111.
- Infectious Diseases Society of America. 2025 Guideline on Management and Treatment of Complicated Urinary Tract Infections. Clinical Infectious Diseases. 2025.
Sumber daring
- S1: CDC — Urinary Tract Infection Basics (updated 22 September 2026)
- S2: NICE — Urinary Tract Infection (Lower): Antimicrobial Prescribing (NG109)
- S3: NICE — Pyelonephritis (Acute): Antimicrobial Prescribing (NG111)
- S4: IDSA — 2025 Guideline on Management and Treatment of Complicated Urinary Tract Infections (Clinical Infectious Diseases)
Materi edukasi umum. Informasi ini tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau pengobatan oleh tenaga kesehatan. Jika mengalami keadaan darurat, cari pertolongan langsung.
Ringkasan keselamatan
- Demam tinggi, menggigil, nyeri pinggang berat, muntah sampai tidak bisa minum, kebingungan, pingsan, atau napas cepat dapat menandakan infeksi ginjal berat atau sepsis.
- Kehamilan, kelainan atau sumbatan saluran kemih, batu, kateter, daya tahan tubuh lemah, atau gangguan ginjal memerlukan penilaian lebih hati-hati.
Kenali koleksi dan sumber bacaan.
Koleksi Bacaan Cepat Dokter Erta. Naskah sumber diperbarui 7 Oktober 2026; diterbitkan di website Klinik Kiera pada 11 Oktober 2026. Daftar pustaka di atas mengikuti naskah sumber.
