Bandung Barat · Solusi sehat keluarga AndaPendaftaran 0812 2200 2500

Penyakit Ginjal Kronik

CKD dan Mudah Lelah: Jangan Hanya Menyalahkan Ginjal—Cek Anemia dan Zat Besi

Kurang darah (anemia) makin sering ditemukan saat penyakit ginjal kronik memburuk; penyebabnya dapat melibatkan berkurangnya hormon eritropoietin, kekurangan zat besi, peradangan, perdarahan, dan sebab lain, sehingga evaluasinya tidak cukup hanya melihat hemoglobin.

Daftar isi bacaan
  1. Apa hubungan ginjal dengan sel darah merah?
  2. Pemeriksaan apa yang biasanya diperlukan?
  3. Kenapa feritin bisa tinggi tetapi zat besi tetap kurang?
  4. Apakah semua anemia pada CKD perlu zat besi?
  5. Bagaimana dengan suntikan EPO?
  6. Kenapa anemia penting bagi jantung?
  7. Peran keluarga
  8. Yang bisa dilakukan mulai hari ini
  9. Jangan salah paham
  10. Ingat 3 hal ini
  11. Daftar Pustaka
  12. Bacaan terkait

"Saya cepat capek, naik tangga sedikit sudah ngos-ngosan. Mungkin karena ginjal saya turun."

Bisa jadi. Tetapi pada penyakit ginjal kronik (chronic kidney disease/CKD), ada satu penyebab penting yang perlu dicari: kurang darah (anemia). Anemia makin sering ditemukan ketika CKD memburuk dan bisa membuat seseorang lemas, pucat, sulit berkonsentrasi, berdebar, atau mudah sesak. Kabar baiknya, sebagian penyebabnya bisa ditangani.

Apa hubungan ginjal dengan sel darah merah?

Ginjal tidak hanya menyaring darah. Ginjal juga menghasilkan hormon bernama eritropoietin (erythropoietin/EPO), yang memberi sinyal kepada sumsum tulang untuk membuat sel darah merah. Ketika jaringan ginjal rusak, produksi EPO dapat menurun, sehingga sumsum tulang menerima lebih sedikit sinyal untuk bekerja.

Namun ceritanya tidak berhenti di situ. Pasien CKD juga bisa mengalami kekurangan zat besi, peradangan menahun, kehilangan darah, kekurangan vitamin B12 atau folat, umur sel darah merah yang lebih pendek, atau penyakit lain yang tidak berhubungan langsung dengan ginjal. Karena itu kita tidak boleh langsung menyimpulkan, "Hb rendah berarti kurang zat besi."

Pemeriksaan apa yang biasanya diperlukan?

Pedoman KDIGO 2026 mendefinisikan anemia bila hemoglobin di bawah 13 g/dL pada pria dan di bawah 12 g/dL pada wanita. Bila anemia ditemukan, pemeriksaan biasanya dilanjutkan dengan darah lengkap, retikulosit (sel darah merah muda), serta dua angka penting untuk zat besi:

Feritin memberi gambaran cadangan zat besi, walaupun nilainya juga bisa naik saat ada peradangan.

Saturasi transferin (transferrin saturation/TSAT) menggambarkan seberapa banyak zat besi yang benar-benar tersedia untuk membuat sel darah merah.

Gabungan keduanya lebih informatif daripada melihat feritin saja. Dokter juga dapat menilai vitamin B12, folat, tanda perdarahan, dan pemeriksaan lain sesuai kondisi.

Kenapa feritin bisa tinggi tetapi zat besi tetap kurang?

Pada peradangan menahun, tubuh dapat "mengunci" zat besi di tempat penyimpanan. Feritin bisa tampak cukup atau bahkan tinggi, tetapi zat besi yang sampai ke sumsum tulang tetap terbatas. Pedoman KDIGO 2026 memakai konsep yang lebih rinci untuk membedakan keadaan-keadaan ini. Itulah sebabnya pengobatan anemia tidak bisa diputuskan dari satu angka laboratorium.

Apakah semua anemia pada CKD perlu zat besi?

Tidak. Bila memang ada bukti kekurangan zat besi atau zat besi yang tersedia tidak memadai, zat besi dapat membantu. Pilihannya bisa berupa tablet atau infus, tergantung tahap CKD, apakah pasien menjalani cuci darah, beratnya kekurangan, toleransi lambung dan usus, serta respons pengobatan sebelumnya.

National Kidney Foundation mengingatkan agar tidak memulai suplemen zat besi atau vitamin penambah darah tanpa berbicara dulu dengan tim perawatan. Minum zat besi sendiri dapat menutupi penyebab lain atau menimbulkan efek samping.

Bagaimana dengan suntikan EPO?

Obat yang merangsang pembentukan sel darah merah, dikenal sebagai ESA (erythropoiesis-stimulating agent), masih menjadi bagian penting pengobatan anemia CKD pada pasien yang tepat. Kebanyakan pasien yang memakai ESA juga membutuhkan zat besi.

Namun tujuannya bukan membuat hemoglobin setinggi mungkin. Sebelum ESA dimulai, penyebab yang masih bisa diperbaiki, seperti kekurangan zat besi, peradangan, kehilangan darah, gangguan tiroid atau paratiroid, dan kekurangan gizi, sebaiknya ditangani lebih dulu. Keputusan pemakaian ESA mempertimbangkan gejala, kadar hemoglobin, kebutuhan transfusi, risiko penggumpalan darah, penyakit jantung, dan pilihan pasien.

Kenapa anemia penting bagi jantung?

Bila hemoglobin rendah, darah membawa lebih sedikit oksigen, sehingga jantung bekerja lebih keras untuk mengimbanginya. Pada pasien dengan penyakit jantung atau gagal jantung, anemia dapat memperberat gejala dan mengurangi kemampuan beraktivitas. Karena itu, mudah lelah dan sesak pada pasien CKD tidak boleh otomatis dianggap hanya karena "ureum tinggi".

Peran keluarga

Keluarga sering lebih dulu menyadari perubahan kecil: wajah tampak pucat, napas terengah setelah berjalan sebentar, atau pasien lebih sering tertidur di siang hari. Catat perubahan itu dan sampaikan saat kontrol. Laporkan juga bila ada BAB hitam atau perdarahan, sekecil apa pun.

Yang bisa dilakukan mulai hari ini

  1. Lihat pola hemoglobin dari waktu ke waktu, bukan hanya satu hasil.
  2. Bila anemia ditemukan, tanyakan apakah feritin dan TSAT sudah diperiksa.
  3. Jangan membeli obat penambah darah tanpa mengetahui penyebabnya.
  4. Laporkan BAB hitam, perdarahan, atau menstruasi yang sangat banyak.
  5. Diskusikan pilihan zat besi atau ESA bila memang diperlukan.

Jangan salah paham

"Anemia pada CKD pasti karena kurang zat besi." Tidak. Produksi EPO yang rendah dan peradangan juga berperan.

"Makin tinggi Hb setelah ESA, makin bagus." Tidak selalu. Pengobatan perlu menyeimbangkan manfaat dan risiko.

Ingat 3 hal ini

  1. CKD dapat menyebabkan anemia melalui beberapa jalur.
  2. Hemoglobin saja belum cukup untuk menentukan pengobatan.
  3. Feritin, TSAT, gejala, dan penyebab lain perlu dinilai sebelum memilih terapi.

Kalau ada keluarga dengan CKD yang sering lelah dan menganggap itu pasti akibat ginjal saja, bagikan bacaan ini. Jangan sekadar menerima bahwa lelah "memang bagian dari penyakit ginjal"; anemia dan kekurangan zat besi masih bisa dicari dan sebagian dapat ditangani.

Daftar Pustaka

  1. KDIGO. 2026 Clinical Practice Guideline for the Management of Anemia in Chronic Kidney Disease.
  2. KDIGO. 2026 Anemia Guideline Key Takeaways for Healthcare Professionals.
  3. National Kidney Foundation. Anemia in Chronic Kidney Disease.
  4. National Kidney Foundation. Iron Supplements for Chronic Kidney Disease.
Untuk membantu Anda memahami kesehatan.

Materi edukasi umum. Informasi ini tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau pengobatan oleh tenaga kesehatan. Jika mengalami keadaan darurat, cari pertolongan langsung.

Ringkasan keselamatan
  • Sesak berat saat istirahat, nyeri dada, pingsan, perdarahan aktif, BAB hitam, atau lemas yang memburuk cepat memerlukan evaluasi segera.
Tentang naskah ini

Kenali koleksi dan sumber bacaan.

Koleksi Bacaan Cepat Dokter Erta. Naskah sumber diperbarui 7 Oktober 2026; diterbitkan di website Klinik Kiera pada 11 Oktober 2026. Daftar pustaka di atas mengikuti naskah sumber.

Mari mulai dari percakapan.

Admin kami membantu Anda memilih layanan dan mengonfirmasi jadwal kunjungan.

Hubungi admin