Daftar isi bacaan
Bayangkan sebuah keluarga baru saja memakai krim scabies semalam. Pagi harinya, si anak masih menggaruk. Tiga hari kemudian gatalnya belum juga reda. Muncul kesimpulan, "Obatnya tidak mempan," lalu mereka berganti-ganti salep tanpa arahan.
Padahal pada scabies, matinya tungau dan hilangnya gatal tidak terjadi bersamaan.
Menurut CDC, gatal scabies terjadi karena reaksi alergi tubuh terhadap tungau dan kotorannya. Reaksi ini dapat berlanjut beberapa minggu walaupun semua tungau dan telurnya sudah mati. WHO bahkan mencatat gatal sering terasa lebih berat selama 1–2 minggu setelah pengobatan dimulai.
Bagaimana obat scabies dipakai?
Salah satu obat utama adalah krim permetrin 5%. Menurut CDC, krim dioleskan ke seluruh kulit dari leher ke bawah, dibiarkan, lalu dibilas setelah 8–14 jam. Pada anak, CDC menganjurkan obat dioleskan juga ke seluruh kepala dan leher.
Ini poin penting: scabies tidak diobati dengan mengoleskan krim hanya pada bintik yang terlihat. Tungau bisa berada di bagian kulit yang belum menimbulkan ruam.
Satu kali pemakaian permetrin sering sudah efektif, tetapi CDC menyebut dua kali atau lebih, masing-masing berjarak sekitar seminggu, mungkin diperlukan.
Mengapa pengobatan sering diulang?
WHO menjelaskan obat scabies tidak membunuh telur tungau, sehingga pengobatan diulang untuk membunuh tungau yang baru menetas.
Ivermectin minum adalah pilihan lain yang sangat efektif. Karena kurang mampu membunuh telur, CDC menganjurkan dua dosis berjarak 7–14 hari. Keamanannya belum ditetapkan untuk ibu hamil dan anak dengan berat badan di bawah 15 kg, jadi pilihannya harus diputuskan bersama tenaga kesehatan.
Jangan mengulang obat setiap hari hanya karena masih gatal. Jadwal pengulangan ditentukan oleh jenis obat, usia, kehamilan, dan kondisi masing-masing.
Kesalahan terbesar: hanya satu orang yang diobati
Inilah alasan paling umum scabies terasa "tidak pernah sembuh". Seorang ibu diobati hari Senin, tetapi suaminya tidak, karena belum gatal. Seminggu kemudian sang suami mulai bergejala dan menularkan kembali ke istrinya.
WHO menegaskan seluruh anggota rumah harus diobati pada waktu yang sama, walaupun belum bergejala, karena orang yang baru tertular bisa belum gatal tetapi sudah membawa tungau. CDC juga menganjurkan pasangan seksual dan kontak erat dalam sebulan terakhir ikut diperiksa.
Kapan gatal setelah pengobatan dianggap wajar?
Bila tidak ada ruam baru dan keadaan umumnya membaik, gatal yang tersisa bisa merupakan gatal pascascabies (post-scabetic itch), yaitu sisa reaksi alergi kulit. Pelembap dan obat pereda gatal sesuai anjuran dokter dapat membantu.
Namun CDC menganjurkan periksa ulang bila:
- gatal masih ada lebih dari 2–4 minggu setelah pengobatan;
- muncul terowongan baru;
- muncul ruam baru seperti jerawat kecil;
- atau anggota rumah lain mulai bergejala.
Penyebabnya bisa cara pakai obat yang kurang tepat, dosis ulang yang terlewat, tertular lagi dari kontak yang belum diobati, atau ternyata ada penyakit kulit lain.
Bagaimana dengan scabies berkrusta?
Pada scabies berkrusta (crusted scabies), jumlah tungaunya sangat banyak. CDC menganjurkan pengobatan gabungan krim permetrin dan ivermectin minum dalam beberapa dosis, sehingga kondisi ini harus ditangani tenaga kesehatan.
Peran keluarga
Jadwalkan pengobatan semua anggota rumah pada malam yang sama. Saling bantu mengoleskan krim di punggung dan bagian yang sulit dijangkau. Tandai tanggal dosis ulang di kalender. Pada malam yang sama, cuci sprei, pakaian, dan handuk yang dipakai beberapa hari terakhir. Bila gatal belum reda, tenangkan anak dan jangan saling menyalahkan.
Ingat 3 hal ini
- Gatal dapat bertahan beberapa minggu walaupun tungaunya sudah mati.
- Obat harus dioleskan ke seluruh area yang dianjurkan dan sering perlu diulang sesuai jadwal.
- Seisi rumah perlu diobati bersamaan agar tidak saling menularkan kembali.
Kalau ada keluarga yang sedang mengobati scabies dan mulai putus asa karena masih gatal, bagikan bacaan ini. Pengobatan yang berhasil bukan hanya soal memilih obat, tetapi juga memakainya dengan benar dan memutus rantai penularan di dalam rumah.
Daftar Pustaka
- Centers for Disease Control and Prevention. Clinical Care of Scabies. Updated December 2023.
- Centers for Disease Control and Prevention. Treatment of Scabies. Updated January 2024.
- World Health Organization. Scabies Health Topic.
- Centers for Disease Control and Prevention. Sexually Transmitted Infections Treatment Guidelines, 2021: Ectoparasitic Infections.
- World Health Organization. Scabies Fact Sheet. 31 May 2023.
Sumber daring
Materi edukasi umum. Informasi ini tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau pengobatan oleh tenaga kesehatan. Jika mengalami keadaan darurat, cari pertolongan langsung.
Ringkasan keselamatan
- Ruam baru terus muncul walaupun pengobatan sudah benar dan semua kontak sudah diobati perlu diperiksakan ulang.
- Kulit berkerak tebal luas atau penderita dengan daya tahan tubuh lemah memerlukan penilaian kemungkinan scabies berkrusta (crusted scabies) yang butuh pengobatan gabungan.
Kenali koleksi dan sumber bacaan.
Koleksi Bacaan Cepat Dokter Erta. Naskah sumber diperbarui 7 Oktober 2026; diterbitkan di website Klinik Kiera pada 11 Oktober 2026. Daftar pustaka di atas mengikuti naskah sumber.
