Daftar isi bacaan
Bayangkan sebuah keluarga yang setiap minggu membeli air galon isi ulang dari depot dekat rumah. Airnya jernih, tidak berbau, dan rasanya segar. Di dapur, air sumur untuk memasak ditampung di ember tanpa tutup. Belakangan, si bungsu beberapa kali diare.
Air yang tampak bersih, apakah sudah pasti aman?
Yang tidak terlihat oleh mata
Studi Kualitas Air Minum Rumah Tangga (SKAMRT) Kemenkes tahun 2020 menemukan 7 dari 10 rumah tangga di Indonesia mengonsumsi air minum yang tercemar bakteri E. coli. Studi yang sama mencatat sekitar 31% rumah tangga minum air isi ulang.
Ada fakta lain yang menarik. Akses air minum layak sudah mencapai 93%, tetapi akses air minum aman hanya 11,9%. Artinya, sumber air yang terlihat baik belum tentu bebas kuman saat sampai di gelas kita.
Mengapa E. coli penting?
Menurut WHO, pencemaran oleh kotoran manusia atau hewan adalah ancaman terbesar bagi keamanan air minum. E. coli adalah penandanya. Air yang tercemar dapat menularkan diare, kolera, disentri, tifoid, dan polio. WHO memperkirakan air minum yang tercemar menyebabkan sekitar 505.000 kematian akibat diare setiap tahun di seluruh dunia.
Kemenkes juga mengingatkan, air minum yang tidak aman berkaitan dengan tingginya penyakit infeksi dan stunting.
Jangan salah paham
"Air jernih dan tidak berbau pasti aman." Bakteri dan virus terlalu kecil untuk dilihat. Air bisa terlihat sangat jernih tetapi tetap tercemar.
"Cukup dipanaskan sampai hangat." Yang dibutuhkan adalah mendidih bergolak, yaitu gelembung besar terus muncul dari dasar panci.
Cara merebus air yang benar
WHO menyebut memanaskan air sampai mendidih bergolak sudah cukup untuk mematikan bakteri, virus, dan parasit penyebab penyakit. Panduan CDC:
- Bila air keruh, saring dulu dengan kain bersih, atau diamkan sampai kotorannya mengendap, lalu ambil bagian yang jernih.
- Didihkan sampai mendidih bergolak selama 1 menit.
- Biarkan dingin.
- Simpan dalam wadah bersih yang tertutup rapat.
Perlu diingat, merebus tidak menghilangkan bahan kimia seperti bahan bakar atau zat beracun. Air yang berbau bensin atau bahan kimia tidak boleh diminum meski sudah direbus.
Jangan sampai tercemar lagi
Air yang sudah aman bisa kembali tercemar di rumah. WHO menyebut menutup wadah penyimpanan air dapat mengurangi pencemaran sekaligus mencegah nyamuk berkembang biak. Beberapa kebiasaan sederhana:
- simpan air minum di wadah bersih dan bertutup;
- ambil air dengan keran atau gayung khusus yang bersih, bukan dengan mencelupkan gelas atau tangan;
- cuci galon dan dispenser secara rutin.
Bila memakai air isi ulang
Pilih depot yang sudah tersertifikasi. Kemenkes menyediakan laman daring untuk mencari depot air minum yang sudah tersertifikasi di provinsi dan kabupaten Anda. Jangan ragu bertanya kepada pengelola depot tentang sertifikat dan pemeriksaan kualitas airnya.
Peran keluarga
Jadikan urusan air minum sebagai tanggung jawab bersama: siapa yang merebus, siapa yang mencuci wadah, dan kapan dispenser dibersihkan. Ajarkan anak untuk tidak minum langsung dari mulut galon atau wadah bersama. Bila anggota keluarga, terutama anak, sering diare, periksa kembali sumber dan cara penyimpanan air minum di rumah, lalu konsultasikan ke puskesmas.
Ingat 3 hal ini
- Air jernih belum tentu aman; 7 dari 10 rumah tangga minum air yang tercemar E. coli.
- Rebus sampai mendidih bergolak sekitar 1 menit, lalu simpan di wadah bersih bertutup.
- Pilih depot isi ulang yang tersertifikasi dan rutin bersihkan galon serta dispenser.
Bagikan bacaan ini kepada keluarga dan tetangga yang setiap hari mengandalkan air galon isi ulang atau air sumur.
Daftar Pustaka
- Kementerian Kesehatan RI. 7 dari 10 rumah tangga Indonesia konsumsi air minum yang terkontaminasi. 1 April 2021.
- World Health Organization. Drinking-water: fact sheet. 13 September 2023.
- World Health Organization. Boil water: technical brief. WHO/FWC/WSH/15.02. 14 January 2015.
- Centers for Disease Control and Prevention. How to make water safe in an emergency. 19 September 2024.
- Kementerian Kesehatan RI. Temukan depot air minum yang sudah tersertifikasi. Diakses 7 Oktober 2026.
Sumber daring
- S1: Kementerian Kesehatan RI — 7 dari 10 Rumah Tangga Indonesia Konsumsi Air Minum yang Terkontaminasi (1 April 2021)
- S2: WHO — Drinking-water Fact Sheet (13 September 2023)
- S3: WHO — Boil Water: Technical Brief (14 January 2015)
- S4: CDC — How to Make Water Safe in an Emergency (19 September 2024)
- S5: Kementerian Kesehatan RI — Temukan Depot Air Minum yang Sudah Tersertifikasi (accessed 7 October 2026)
Materi edukasi umum. Informasi ini tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau pengobatan oleh tenaga kesehatan. Jika mengalami keadaan darurat, cari pertolongan langsung.
Ringkasan keselamatan
- Konsultasikan ke puskesmas bila anggota keluarga sering diare, terutama anak, dan periksa kembali sumber serta cara menyimpan air minum di rumah.
Kenali koleksi dan sumber bacaan.
Koleksi Bacaan Cepat Dokter Erta. Naskah sumber diperbarui 7 Oktober 2026; diterbitkan di website Klinik Kiera pada 11 Oktober 2026. Daftar pustaka di atas mengikuti naskah sumber.
