Bandung Barat · Solusi sehat keluarga AndaPendaftaran 0812 2200 2500

Kebersihan diri dan keamanan pangan

Masih Buang Air Besar di Sungai atau Kebun? Mengapa Jamban Sehat Melindungi Satu Kampung, Bukan Hanya Satu Rumah

Tinja yang dibuang sembarangan mencemari tanah dan air yang dipakai banyak orang, sehingga menularkan diare, tifoid, dan cacingan serta memperburuk stunting; jamban sehat dengan penampungan yang aman dan kebiasaan cuci tangan pakai sabun melindungi seluruh lingkungan.

Daftar isi bacaan
  1. Dari tinja kembali ke mulut
  2. Jangan salah paham
  3. 5 pilar STBM
  4. Bukan hanya punya kloset
  5. Manfaatnya lebih luas
  6. Peran keluarga
  7. Ingat 3 hal ini
  8. Daftar Pustaka
  9. Bacaan terkait

Bayangkan sebuah kampung di tepi sungai. Sebagian warga masih buang air besar di sungai atau di kebun belakang rumah. "Dari dulu juga begini, tidak apa-apa," kata seorang kakek. Di bagian hilir, anak-anak mandi dan bermain di sungai yang sama. Diare dan cacingan datang silih berganti.

Apakah keduanya berhubungan?

Dari tinja kembali ke mulut

Menurut WHO, sanitasi yang tidak aman berkaitan dengan diare, kolera, disentri, tifoid, cacingan, dan polio, serta memperburuk stunting. Setiap tahun, sanitasi yang tidak aman menyebabkan sekitar 564.000 kematian, sebagian besar karena diare.

Jalurnya sederhana. Tinja yang dibuang sembarangan mencemari tanah dan air. Kuman dan telur cacing di dalamnya lalu kembali masuk ke tubuh lewat air minum, tangan yang kotor, atau makanan. Studi Kemenkes tahun 2020 menemukan 7 dari 10 rumah tangga di Indonesia minum air yang tercemar bakteri E. coli, penanda pencemaran tinja.

WHO mencatat, di dunia masih ada sekitar 419 juta orang yang buang air besar di tempat terbuka, seperti di selokan, semak-semak, atau perairan terbuka.

Jangan salah paham

"Di sungai yang mengalir, kotorannya hanyut dan hilang." Kotoran memang terbawa arus, tetapi tidak lenyap. Ia berpindah ke warga di hilir yang memakai air sungai untuk mandi, mencuci, atau keperluan lain.

"Yang penting keluarga sendiri sehat." Karena tinja mencemari tanah dan air yang dipakai bersama, satu rumah tanpa jamban bisa membahayakan tetangga, dan sebaliknya. Itulah mengapa jamban sehat adalah urusan satu kampung.

5 pilar STBM

Kemenkes menjalankan program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) dengan 5 pilar:

  1. berhenti buang air besar sembarangan;
  2. cuci tangan pakai sabun;
  3. pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga;
  4. pengelolaan sampah rumah tangga;
  5. pengelolaan limbah cair rumah tangga.

Tujuannya mengubah perilaku agar penyakit berbasis lingkungan, termasuk stunting akibat diare yang berulang, berkurang. Kemenkes juga menjadikan penggunaan air bersih dan jamban sehat sebagai salah satu indikator keluarga sehat.

Bukan hanya punya kloset

Jamban yang aman tidak berhenti di kloset. WHO mengingatkan, tangki septik dan lubang penampungan yang dibuat atau dirawat dengan buruk dapat mencemari saluran terbuka dan air tanah, termasuk sumur. Karena itu, pastikan penampungan tinja dibuat dengan benar, dan kuras tangki septik melalui layanan resmi bila sudah penuh, bukan dibuang ke selokan atau sungai.

Manfaatnya lebih luas

WHO menyebut sanitasi yang baik juga mengurangi cacingan, mengurangi dampak kurang gizi, menjaga martabat dan keamanan perempuan, serta meningkatkan kehadiran anak perempuan di sekolah. Setiap 1 dolar yang ditanam untuk sanitasi diperkirakan kembali sekitar 5,5 dolar dalam bentuk biaya kesehatan yang lebih rendah dan produktivitas yang lebih baik.

Peran keluarga

Pastikan semua anggota keluarga, termasuk anak-anak, memakai jamban dan mencuci tangan pakai sabun sesudahnya. Ikut serta dalam kegiatan STBM di desa atau kelurahan. Bila di lingkungan Anda banyak anak sering diare atau cacingan, sampaikan ke puskesmas, karena bisa menjadi tanda masalah air dan sanitasi bersama.

Ingat 3 hal ini

  1. Tinja yang dibuang sembarangan kembali ke kita lewat air, tangan, dan makanan.
  2. Jamban sehat melindungi satu kampung, bukan hanya satu rumah.
  3. Penampungan tinja juga harus aman dan dikuras oleh layanan resmi.

Bagikan bacaan ini kepada keluarga, tetangga, dan perangkat desa yang peduli kesehatan lingkungan.

Daftar Pustaka

  1. World Health Organization. Sanitation: fact sheet. 22 March 2024.
  2. Kementerian Kesehatan RI. 5 pilar kurangi penyakit berbasis lingkungan. 17 Maret 2017.
  3. World Health Organization. Soil-transmitted helminth infections: fact sheet. 18 January 2023.
  4. Kementerian Kesehatan RI. 7 dari 10 rumah tangga Indonesia konsumsi air minum yang terkontaminasi. 1 April 2021.
Untuk membantu Anda memahami kesehatan.

Materi edukasi umum. Informasi ini tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau pengobatan oleh tenaga kesehatan. Jika mengalami keadaan darurat, cari pertolongan langsung.

Ringkasan keselamatan
  • Konsultasikan ke puskesmas bila di lingkungan Anda banyak anak sering diare atau cacingan, karena bisa menandakan masalah air dan sanitasi bersama.
Tentang naskah ini

Kenali koleksi dan sumber bacaan.

Koleksi Bacaan Cepat Dokter Erta. Naskah sumber diperbarui 7 Oktober 2026; diterbitkan di website Klinik Kiera pada 11 Oktober 2026. Daftar pustaka di atas mengikuti naskah sumber.

Mari mulai dari percakapan.

Admin kami membantu Anda memilih layanan dan mengonfirmasi jadwal kunjungan.

Hubungi admin