Daftar isi bacaan
Bayangkan setiap kali berbaring untuk tidur, kaki Anda terasa seperti kesemutan, berdenyut, atau ada yang "merayap" di dalamnya. Rasa itu baru hilang bila kaki digerakkan atau Anda bangun berjalan. Begitu kembali berbaring, rasa itu datang lagi. Malam demi malam, tidur jadi terpotong-potong.
Keluhan seperti ini bisa merupakan sindrom kaki gelisah (restless legs syndrome), dan kabar baiknya, ada banyak cara untuk menanganinya.
Kenali ciri khasnya
Menurut NHS dan pedoman American Academy of Sleep Medicine (AASM), ciri utamanya adalah:
- dorongan kuat untuk menggerakkan kaki, sering disertai rasa tidak nyaman seperti kesemutan, berdenyut, atau gatal;
- gejala muncul atau memburuk saat beristirahat atau tidak bergerak;
- membaik saat kaki digerakkan;
- paling terasa pada sore atau malam hari.
Sebagian orang juga merasakannya di lengan. NHS mengingatkan bahwa kram kaki dan kerusakan saraf tepi (neuropati) dapat menimbulkan gejala yang mirip, sehingga perlu dibedakan. Menurut NINDS, tidak ada satu tes khusus untuk memastikannya; dokter menilai dari cerita gejala, riwayat keluarga, dan obat yang diminum, lalu memakai tes darah untuk menyingkirkan penyebab lain.
Kenapa bisa terjadi? Peran zat besi
AASM menjelaskan bahwa kekurangan zat besi di otak dan faktor keturunan berperan penting. Sekitar separuh penderita punya orang tua, saudara kandung, atau anak dengan kondisi yang sama. NHS menyebut kondisi ini diduga berkaitan dengan kadar zat besi dan dopamin, zat kimia otak yang menurut NINDS membantu menghasilkan gerakan yang halus dan terarah. Bila kadar dopamin di otak terganggu, dapat muncul gerakan yang tidak dikehendaki.
Kondisi lain yang berkaitan antara lain anemia defisiensi besi, penyakit ginjal kronik dan cuci darah, serta kehamilan (biasanya membaik setelah melahirkan).
Yang penting: hemoglobin normal belum tentu berarti zat besi cukup. AASM menganjurkan pemeriksaan feritin dan saturasi transferin, idealnya pagi hari tanpa suplemen atau makanan mengandung zat besi 24 jam sebelumnya. Pada orang dewasa dengan sindrom kaki gelisah, suplementasi zat besi dipertimbangkan bila feritin 75 ng/mL atau kurang, atau saturasi transferin kurang dari 20%. Batas ini lebih tinggi daripada untuk masyarakat umum, sehingga jenis dan cara pemberiannya sebaiknya ditentukan dokter.
Langkah pertama: singkirkan pemicu
AASM menempatkan penanganan faktor pemicu sebagai langkah awal, antara lain alkohol, kafein, henti napas saat tidur yang belum diobati, serta beberapa obat seperti antihistamin yang membuat mengantuk, sebagian antidepresan, dan obat antimual tertentu. Jangan menghentikan obat sendiri; diskusikan dengan dokter.
NHS juga menganjurkan berolahraga di siang hari, tidur dan bangun pada jam yang sama, mandi air hangat atau memakai bantal pemanas sebelum tidur, berjalan, meregangkan, atau memijat kaki saat gejala muncul, tidak minum kafein setelah tengah hari, dan tidak minum alkohol setidaknya 2 jam sebelum tidur.
Pilihan obat dan risiko augmentasi
Bila gejala tetap mengganggu, AASM memberi rekomendasi kuat untuk gabapentin dan pregabalin, serta zat besi melalui infus pada penderita dengan status zat besi yang sesuai.
Dulu obat golongan dopamin seperti pramipeksol dan ropinirol menjadi pilihan utama. Kini AASM tidak menyarankannya sebagai terapi standar karena risiko augmentasi, yaitu perburukan gejala akibat obat itu sendiri dalam hitungan bulan sampai tahun. Tandanya: gejala muncul lebih awal (misalnya dari malam menjadi siang), lebih cepat timbul saat duduk, atau menyebar ke bagian tubuh lain. Ibarat lingkaran setan, respons yang sering terjadi justru menaikkan dosis, sehingga gejala makin berat. Jadi, bila obat terasa kurang mempan, jangan menaikkan dosis sendiri; bicarakan dengan dokter.
Kapan perlu ke dokter?
Menurut NHS, periksakan diri bila gejala mengganggu tidur, memengaruhi suasana hati, atau tidak membaik dengan perawatan mandiri.
Peran keluarga
Keluarga sering menjadi yang pertama melihat kaki yang terus bergerak saat duduk lama atau berbaring. Bantu mencatat pola gejalanya dan dampingi saat kontrol. Pada anak, NINDS mengingatkan keluhan ini kadang keliru dianggap "nyeri pertumbuhan", jadi ceritakan kepada dokter bila anak sering mengeluh kakinya tidak nyaman di malam hari.
Ingat 3 hal ini
- Dorongan menggerakkan kaki yang memburuk saat istirahat di malam hari dan membaik saat bergerak adalah ciri khas sindrom kaki gelisah.
- Periksa feritin dan saturasi transferin, karena zat besi berperan penting walaupun hemoglobin normal.
- Bila memakai obat golongan dopamin dan gejala makin awal atau menyebar, laporkan ke dokter; jangan menaikkan dosis sendiri.
Bagikan bacaan ini kepada keluarga atau teman yang sering terjaga karena kakinya tidak nyaman di malam hari, agar mereka tahu kondisi ini bisa ditangani.
Daftar Pustaka
- NHS. Restless legs syndrome. Page last reviewed 22 September 2025.
- Winkelman JW, Berkowski JA, DelRosso LM, et al. Treatment of restless legs syndrome and periodic limb movement disorder: an American Academy of Sleep Medicine clinical practice guideline. J Clin Sleep Med. 2025;21(1):137-152.
- National Institute of Neurological Disorders and Stroke. Restless legs syndrome. Last reviewed 13 March 2026.
Sumber daring
Materi edukasi umum. Informasi ini tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau pengobatan oleh tenaga kesehatan. Jika mengalami keadaan darurat, cari pertolongan langsung.
Ringkasan keselamatan
- Gejala yang makin awal muncul, makin cepat timbul saat duduk, atau menyebar ke lengan saat memakai obat golongan dopamin perlu segera dilaporkan ke dokter.
- Gejala yang mengganggu tidur, suasana hati, atau tidak membaik dengan perawatan mandiri perlu diperiksakan.
Kenali koleksi dan sumber bacaan.
Koleksi Bacaan Cepat Dokter Erta. Naskah sumber diperbarui 7 Oktober 2026; diterbitkan di website Klinik Kiera pada 11 Oktober 2026. Daftar pustaka di atas mengikuti naskah sumber.
