Bandung Barat · Solusi sehat keluarga AndaPendaftaran 0812 2200 2500

Tidur dan pemulihan

Mendengkur Keras Tanda Tidur Nyenyak? Kapan Dengkuran Perlu Diperiksakan, pada Dewasa maupun Anak

Mendengkur umumnya tidak berbahaya, tetapi dengkuran yang disertai napas berhenti, tersedak atau terengah saat tidur, dan rasa sangat lelah di siang hari bisa menandakan apnea tidur; pada anak, mendengkur 3 kali atau lebih seminggu perlu diwaspadai.

Daftar isi bacaan
  1. Mengapa orang mendengkur?
  2. Kapan dengkuran menandakan masalah?
  3. Jangan salah paham
  4. Yang bisa dicoba di rumah
  5. Bagaimana dengan anak?
  6. Peran keluarga
  7. Ingat 3 hal ini
  8. Daftar Pustaka
  9. Bacaan terkait

Bayangkan seorang istri yang terjaga hampir setiap malam karena dengkuran suaminya. Kadang dengkuran itu tiba-tiba hening cukup lama, lalu suaminya tersentak seperti tersedak. Paginya sang suami mengeluh lelah dan sakit kepala. Keluarga menenangkan, "Mendengkur itu tandanya tidur pulas."

Benarkah begitu?

Mengapa orang mendengkur?

Menurut NHS, dengkuran terjadi karena lidah, mulut, tenggorokan, dan saluran hidung bergetar saat kita bernapas. Ketika tidur, bagian-bagian ini rileks dan menyempit, sehingga udara yang lewat membuatnya bergetar dan berbunyi.

Mendengkur sangat umum dan biasanya tidak disebabkan hal serius. Seseorang lebih mungkin mendengkur bila:

  • berat badannya berlebih;
  • merokok;
  • minum alkohol berlebihan;
  • tidur telentang.

Kapan dengkuran menandakan masalah?

Kadang dengkuran adalah tanda apnea tidur obstruktif (henti napas saat tidur), yaitu saluran napas yang sesekali tertutup saat tidur sehingga napas berhenti sejenak. NHS menyebut tanda-tandanya:

  • napas berhenti lalu mulai lagi saat tidur;
  • suara terengah, mendengus, atau tersedak;
  • sering terbangun dan dengkuran yang keras;
  • di siang hari: sangat lelah, sulit berkonsentrasi, suasana hati berubah-ubah, atau sakit kepala saat bangun.

Apnea tidur perlu diobati. Tanpa pengobatan, kondisi ini dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, stroke, diabetes tipe 2, penyakit jantung, depresi, dan kecelakaan serius karena kantuk, misalnya saat mengemudi.

Risikonya lebih tinggi pada orang dengan obesitas, leher yang besar, usia yang lebih tua, riwayat keluarga, kebiasaan minum alkohol dan merokok, amandel atau adenoid yang besar, serta penyakit paru obstruktif kronik.

Jangan salah paham

"Mendengkur keras berarti tidurnya pulas." Belum tentu. Pada apnea tidur, tidur justru terputus-putus berkali-kali karena napas tersendat, meski orangnya tidak sadar. Itu sebabnya ia tetap lelah walau merasa sudah tidur lama.

"Minum obat tidur supaya lebih nyenyak." NHS justru menyarankan tidak minum obat tidur bila mendengkur, karena obat tidur dapat memicu dengkuran.

Yang bisa dicoba di rumah

Saran NHS untuk mengurangi dengkuran:

  • turunkan berat badan bila berlebih;
  • tidur miring. Salah satu caranya: jahit atau tempelkan bola tenis di punggung baju tidur, atau gunakan bantal khusus agar tetap miring;
  • berhenti merokok dan jangan minum alkohol berlebihan;
  • bila dengkuran mengganggu, pasangan bisa memakai penyumbat telinga sambil menunggu pemeriksaan.

Periksakan ke dokter bila langkah ini tidak membantu, dengkuran sangat mengganggu kehidupan Anda atau pasangan, atau ada tanda apnea tidur di atas.

Bagaimana dengan anak?

IDAI membagi dengkuran anak menjadi dua: sesekali (kurang dari 3 kali seminggu) dan sering (3 kali atau lebih seminggu). Dengkuran yang sering dapat berlanjut menjadi apnea tidur.

Berbeda dengan orang dewasa, penyebab utama pada anak adalah pembesaran amandel dan adenoid. Alergi seperti rinitis alergi, asma, dan sinusitis juga berperan, begitu pula obesitas pada remaja.

Waspadai bila anak sering mendengkur saat tidak sedang pilek atau radang tenggorokan, apalagi bila disertai:

  • tidur dengan mulut terbuka, henti napas, atau sering terbangun gelagapan;
  • mengompol;
  • sering tertidur di kelas, prestasi menurun, hiperaktif, atau mudah marah.

Pengobatan disesuaikan dengan penyebabnya, sering kali berupa operasi pengangkatan amandel dan adenoid, disertai penanganan alergi atau obesitas.

Peran keluarga

Orang yang mendengkur hampir tidak pernah tahu napasnya berhenti. Pasangan atau orang tua adalah saksi terpenting. NHS menyarankan mengajak orang yang menyaksikan dengkuran saat berkonsultasi, dan IDAI menyebut rekaman video dari orang tua sering membantu dokter menegakkan diagnosis.

Ingat 3 hal ini

  1. Dengkuran biasa umum terjadi; tidur miring, turunkan berat badan, berhenti merokok, dan batasi alkohol.
  2. Napas berhenti, tersedak saat tidur, dan sangat lelah di siang hari perlu diperiksakan.
  3. Anak yang mendengkur 3 kali atau lebih seminggu perlu dibawa ke dokter.

Bagikan bacaan ini kepada keluarga yang tidur sekamar dengan orang yang sering mendengkur.

Daftar Pustaka

  1. NHS. Snoring. Page last reviewed 4 August 2023.
  2. NHS. Sleep apnoea. Page last reviewed 11 May 2026.
  3. Kaswandani N; Ikatan Dokter Anak Indonesia. Waspadai keluhan mendengkur pada anak. 2 Juli 2015.
Untuk membantu Anda memahami kesehatan.

Materi edukasi umum. Informasi ini tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau pengobatan oleh tenaga kesehatan. Jika mengalami keadaan darurat, cari pertolongan langsung.

Ringkasan keselamatan
  • Periksakan ke dokter bila napas berhenti lalu mulai lagi saat tidur, ada suara tersedak atau terengah, atau Anda selalu sangat lelah di siang hari.
  • Pada anak, periksakan bila mendengkur 3 kali atau lebih seminggu di luar saat pilek, disertai henti napas, mengompol, sering mengantuk di kelas, atau perubahan perilaku.
Tentang naskah ini

Kenali koleksi dan sumber bacaan.

Koleksi Bacaan Cepat Dokter Erta. Naskah sumber diperbarui 7 Oktober 2026; diterbitkan di website Klinik Kiera pada 11 Oktober 2026. Daftar pustaka di atas mengikuti naskah sumber.

Mari mulai dari percakapan.

Admin kami membantu Anda memilih layanan dan mengonfirmasi jadwal kunjungan.

Hubungi admin