Bandung Barat · Solusi sehat keluarga AndaPendaftaran 0812 2200 2500

Makan sehat dan hidrasi

Minum Susu Langsung Kembung dan Diare? Kenali Intoleransi Laktosa dan Cara Tetap Cukup Kalsium

Intoleransi laktosa terjadi saat tubuh kurang menghasilkan enzim laktase untuk mencerna gula susu; gejalanya bisa dikurangi dengan porsi lebih kecil, produk bebas laktosa, atau suplemen laktase, sambil memastikan kebutuhan kalsium tetap terpenuhi.

Daftar isi bacaan
  1. Apa yang terjadi di dalam tubuh?
  2. Bukan alergi susu
  3. Laktosa bisa tersembunyi
  4. Cara mengelolanya
  5. Tetap cukup kalsium
  6. Peran keluarga
  7. Ingat 3 hal ini
  8. Daftar Pustaka
  9. Bacaan terkait

Bayangkan seorang remaja yang setiap kali minum segelas susu, perutnya langsung kembung, sering buang angin, dan tak lama kemudian diare. Karena kesal, ia berhenti mengonsumsi semua produk susu: susu, keju, sampai yogurt. Orang tuanya khawatir ia jadi kekurangan kalsium.

Keluhan seperti ini bisa jadi tanda intoleransi laktosa, dan kabar baiknya, ada cara untuk mengelolanya.

Apa yang terjadi di dalam tubuh?

Laktosa adalah gula alami dalam susu dan produk olahannya. Untuk mencernanya, tubuh membutuhkan enzim bernama laktase. Menurut NHS, penyebab tersering intoleransi laktosa adalah tubuh tidak cukup menghasilkan laktase.

Ibaratnya, laktase seperti gunting yang memotong laktosa menjadi bagian kecil agar bisa diserap. Bila guntingnya kurang, laktosa tidak tercerna dengan baik dan menimbulkan keluhan.

Menurut NHS, gejala bisa muncul beberapa menit sampai beberapa jam setelah mengonsumsi laktosa, antara lain nyeri perut, kembung, sering buang angin, perut berbunyi, diare atau sembelit, serta mual. Sebagian orang juga merasakan sakit kepala dan lelah.

Intoleransi laktosa juga bisa dipicu kondisi lain, seperti infeksi usus, penyakit celiac, radang usus, atau operasi usus. Bila penyebab dasarnya diobati, keluhan bisa membaik.

Bukan alergi susu

NHS menegaskan bahwa intoleransi laktosa tidak menimbulkan reaksi berat. Ini berbeda dengan alergi makanan, yang dapat mengancam nyawa. Tanda alergi berat antara lain bibir, lidah, atau tenggorokan membengkak, sulit bernapas, kulit atau bibir membiru atau pucat, dan tiba-tiba sangat bingung atau lemas. Kondisi ini memerlukan pertolongan darurat.

Laktosa bisa tersembunyi

Selain susu, keju, mentega, krim, yogurt, dan es krim, NHS menyebut laktosa juga bisa terdapat dalam roti, biskuit, kue, kraker, saus, serta minuman diet atau protein. Membaca label membantu mengenali sumber tersembunyi ini.

Cara mengelolanya

Menurut NHS, kebanyakan orang dapat mencegah gejala dengan mengurangi porsi makanan berlaktosa atau menghindarinya. Pilihan lain:

  • produk susu bebas laktosa, yang mengandung vitamin dan mineral yang sama dengan produk biasa, ditambah enzim laktase;
  • suplemen laktase sebelum makan atau minum produk berlaktosa, yang dapat membantu sebagian orang.

Namun NHS mengingatkan: jangan menghilangkan produk susu dari pola makan Anda atau anak tanpa saran dokter atau ahli gizi, karena produk susu adalah sumber protein, vitamin, dan mineral penting.

Tetap cukup kalsium

Kalsium membantu membangun tulang, menjaga kesehatan gigi, mengatur kontraksi otot termasuk detak jantung, dan membantu pembekuan darah. NHS menyebut orang dewasa membutuhkan sekitar 700 mg kalsium sehari. Selain susu, sumbernya antara lain:

  • sayuran hijau seperti okra (bayam mengandung kalsium tinggi, tetapi tidak semuanya bisa diserap tubuh);
  • minuman kedelai yang ditambah kalsium;
  • ikan yang dimakan bersama tulangnya, seperti sarden.

Minuman nabati seperti susu beras, oat, almond, atau kelapa belum tentu mengandung kalsium, kecuali diberi tambahan kalsium.

Peran keluarga

Bila anak sering kembung setelah minum susu, periksakan ke dokter sebelum menghentikan semua produk susu. NHS juga mengingatkan bahwa susu sapi tidak diberikan sebagai minuman utama sebelum anak berusia 1 tahun, dan susu mentah yang belum dipasteurisasi tidak dianjurkan untuk anak, ibu hamil, lansia, dan orang yang sedang sakit karena risiko keracunan makanan.

Ingat 3 hal ini

  1. Intoleransi laktosa terjadi karena kekurangan enzim laktase dan berbeda dengan alergi susu.
  2. Kurangi porsi atau pilih produk bebas laktosa; jangan berhenti total tanpa saran tenaga kesehatan.
  3. Penuhi kebutuhan kalsium sekitar 700 mg sehari dari berbagai sumber.

Bagikan bacaan ini kepada keluarga atau teman yang sering kembung setelah minum susu agar tahu cara mengelolanya dengan tepat.

Daftar Pustaka

  1. NHS. Lactose intolerance. Page last reviewed 8 July 2026.
  2. NHS. Dairy and alternatives in your diet. Page last reviewed 11 December 2023.
  3. NHS. Calcium. Page last reviewed 3 August 2020.
Untuk membantu Anda memahami kesehatan.

Materi edukasi umum. Informasi ini tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau pengobatan oleh tenaga kesehatan. Jika mengalami keadaan darurat, cari pertolongan langsung.

Ringkasan keselamatan
  • Bibir, lidah, atau tenggorokan membengkak, sulit bernapas, atau tiba-tiba sangat lemas setelah makan atau minum adalah tanda alergi berat yang memerlukan pertolongan darurat.
  • Perubahan pola buang air besar, darah dalam tinja, atau kembung yang berlangsung 3 minggu, serta berat badan turun tanpa sebab, perlu diperiksakan ke dokter.
Tentang naskah ini

Kenali koleksi dan sumber bacaan.

Koleksi Bacaan Cepat Dokter Erta. Naskah sumber diperbarui 7 Oktober 2026; diterbitkan di website Klinik Kiera pada 11 Oktober 2026. Daftar pustaka di atas mengikuti naskah sumber.

Mari mulai dari percakapan.

Admin kami membantu Anda memilih layanan dan mengonfirmasi jadwal kunjungan.

Hubungi admin