Bandung Barat · Solusi sehat keluarga AndaPendaftaran 0812 2200 2500

Tembakau, rokok elektrik, dan alkohol

Miras Oplosan Bukan Sekadar Bikin Mabuk: Racun Metanol yang Bisa Membutakan dan Mematikan

Miras oplosan dapat mengandung metanol, bahan pelarut industri yang di dalam tubuh berubah menjadi racun perusak saraf dan mata; gejalanya bisa baru muncul berjam-jam sampai beberapa hari kemudian, sehingga siapa pun yang meminum minuman yang dicurigai harus segera dibawa ke rumah sakit, meski belum merasa sakit.

Daftar isi bacaan
  1. Apa yang ada di dalam oplosan
  2. Mengapa metanol sangat beracun
  3. Gejala yang bisa tertunda
  4. Jangan salah paham
  5. Pertolongan pertama
  6. Peran keluarga
  7. Ingat 3 hal ini
  8. Daftar Pustaka
  9. Bacaan terkait

Bayangkan sekelompok pemuda yang patungan membeli minuman keras oplosan murah untuk merayakan sesuatu. Malam itu semuanya merasa biasa saja, hanya mabuk seperti biasa. Keesokan harinya, salah seorang mengeluh pandangannya kabur seperti berkabut. Temannya yang lain masih merasa sehat dan menganggap itu efek kurang tidur.

Inilah yang membuat miras oplosan begitu berbahaya: racunnya bekerja diam-diam.

Apa yang ada di dalam oplosan

Menurut Kemenkes, minuman beralkohol biasa mengandung etanol hasil fermentasi. Miras oplosan dapat mengandung metanol, bahan pelarut industri yang biasa dipakai sebagai pembersih dan penghapus cat, dan terdapat dalam tiner.

BPOM bahkan pernah menemukan miras oplosan yang dicampur minuman berenergi, tuak, sampai obat nyamuk cair.

Mengapa metanol sangat beracun

Artikel Kemenkes menjelaskan, di dalam hati metanol diubah menjadi formaldehida lalu asam format. Zat inilah yang meracuni sel, merusak saraf pusat, otak, dan saraf mata.

Jumlah yang berbahaya sangat kecil. Menurut artikel Kemenkes, menelan sedikitnya 10 ml metanol murni, kurang dari satu sendok makan, dapat menyebabkan kebutaan permanen, dan sekitar 30 ml berpotensi mematikan.

Gejala yang bisa tertunda

Menurut Kemenkes:

  • dalam 6 jam pertama, korban dapat tampak seperti mabuk biasa;
  • setelah 6 sampai 24 jam, muncul gangguan penglihatan, pandangan kabur, hingga buta total;
  • kesadaran dapat menurun, disertai kejang dan koma, sampai kematian.

CDC, pusat pengendalian penyakit Amerika Serikat, mengingatkan bahwa gejala bisa baru tampak setelah 1 sampai 72 jam tanpa keluhan. Tidak adanya gejala di awal bukan berarti keracunannya ringan. Gejala mata yang perlu diwaspadai antara lain pandangan kabur, silau, melihat hal yang tidak ada, hingga kehilangan penglihatan.

Jangan salah paham

"Belum ada gejala, berarti aman." Justru masa tanpa gejala inilah yang sering menipu.

"Paksa muntah supaya racunnya keluar." CDC menegaskan, jangan memaksa korban muntah.

"Oplosan sama saja dengan miras biasa, hanya lebih murah." Kemenkes menegaskan, jenis alkoholnya berbeda. Etanol dihasilkan dari fermentasi, sedangkan metanol adalah bahan industri yang sama sekali tidak untuk diminum.

"Kalau hanya tampak mabuk, cukup ditidurkan." Pada jam-jam awal keracunan metanol, korban justru bisa tampak seperti mabuk biasa. Jangan menunggu sampai penglihatannya terganggu.

Pertolongan pertama

Saran CDC:

  1. Hentikan minuman yang dicurigai.
  2. Jaga jalan napas korban tetap terbuka, terutama bila kesadarannya menurun.
  3. Jangan memaksa muntah.
  4. Segera bawa ke IGD.

Di rumah sakit, menurut artikel Kemenkes, dokter dapat memberikan penangkal dan cuci darah untuk membuang racunnya. Karena gejala dapat tertunda, semua orang yang ikut minum dari sumber yang sama sebaiknya ikut diperiksa, meski masih merasa sehat.

Peran keluarga

Bicarakan bahaya miras oplosan secara terbuka dengan remaja dan anggota keluarga. Bila mendengar ada yang baru minum oplosan, jangan menunggu sampai ia mengeluh. Antar ke IGD dan sampaikan kepada petugas jenis minuman yang diminum. Kemenkes juga mengingatkan, minuman beralkohol yang berlebihan sendiri dapat menyebabkan hilang kesadaran, kejang, kerusakan hati, dan gangguan jiwa.

Ingat 3 hal ini

  1. Miras oplosan dapat mengandung metanol; sedikit saja bisa membutakan.
  2. Gejala bisa baru muncul berjam-jam sampai beberapa hari kemudian.
  3. Jangan paksa muntah; segera bawa ke IGD semua yang ikut minum.

Bagikan bacaan ini kepada keluarga, teman, dan tokoh masyarakat agar tidak ada lagi korban miras oplosan di sekitar kita.

Daftar Pustaka

  1. Kementerian Kesehatan RI. Bahaya minuman beralkohol bagi kesehatan. 11 Desember 2014.
  2. Kementerian Kesehatan RI, Ditjen Kesehatan Lanjutan (RSUP Prof. dr. R.D. Kandou Manado). Bahaya intoksikasi metanol. 8 Agustus 2022.
  3. Centers for Disease Control and Prevention, NIOSH. Methanol: systemic agent. Emergency response card. Reviewed 12 May 2011.
Untuk membantu Anda memahami kesehatan.

Materi edukasi umum. Informasi ini tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau pengobatan oleh tenaga kesehatan. Jika mengalami keadaan darurat, cari pertolongan langsung.

Ringkasan keselamatan
  • Segera ke IGD bila setelah minum minuman keras yang dicurigai oplosan muncul pandangan kabur atau berkabut, silau, kebutaan, kejang, atau penurunan kesadaran; jangan menunggu gejala bila sudah tahu minumannya oplosan.
Tentang naskah ini

Kenali koleksi dan sumber bacaan.

Koleksi Bacaan Cepat Dokter Erta. Naskah sumber diperbarui 7 Oktober 2026; diterbitkan di website Klinik Kiera pada 11 Oktober 2026. Daftar pustaka di atas mengikuti naskah sumber.

Lanjutkan rasa ingin tahu

Bacaan terkait.

Semua bacaan di topik ini

Mari mulai dari percakapan.

Admin kami membantu Anda memilih layanan dan mengonfirmasi jadwal kunjungan.

Hubungi admin