Daftar isi bacaan
Bayangkan dua orang yang sama-sama ingin mulai olahraga. Yang pertama, seorang ibu sehat berusia 40 tahun, terus menunda karena merasa harus cek jantung lengkap dulu. Yang kedua, seorang bapak dengan riwayat penyakit jantung yang lama tidak bergerak, langsung ikut lari 5 kilometer tanpa bertanya ke dokter.
Siapa yang sebenarnya perlu berkonsultasi dulu?
Olahraga aman bagi sebagian besar orang
ACSM, perhimpunan kedokteran olahraga Amerika Serikat, menyebut bahwa olahraga aman bagi sebagian besar orang. ACSM juga mencatat dua hal penting:
- kejadian jantung saat olahraga sering didahului tanda atau gejala peringatan;
- risiko kejadian jantung terkait olahraga menurun seiring seseorang menjadi lebih aktif dan bugar.
ACSM bahkan mengingatkan bahwa rujukan pemeriksaan yang berlebihan bisa menjadi penghalang orang untuk mulai berolahraga.
Siapa yang perlu berkonsultasi dulu?
ACSM menilai kebutuhan konsultasi dari tiga hal:
- Seberapa aktif Anda saat ini.
- Ada tidaknya gejala, atau penyakit jantung, metabolik (seperti diabetes), atau ginjal yang sudah diketahui.
- Seberapa berat olahraga yang ingin dilakukan.
Artinya, orang yang sudah lama tidak aktif dan memiliki penyakit jantung, diabetes, atau penyakit ginjal, atau yang mengalami gejala seperti nyeri dada, sebaiknya berkonsultasi dulu, terutama sebelum memulai olahraga berat.
NHS juga menganjurkan berbicara dengan dokter bila sudah lama tidak berolahraga atau memiliki penyakit, serta meminta saran sebelum berlatih bila baru mengalami serangan jantung atau operasi, sedang hamil atau baru melahirkan, memiliki cedera, atau sedang tidak enak badan.
Mengapa bertahap lebih aman?
Ibaratnya, jantung dan otot seperti pegawai baru: perlu masa penyesuaian sebelum diberi beban kerja penuh. Karena risiko menurun seiring tubuh makin bugar, memulai dari intensitas ringan sampai sedang lalu menaikkannya perlahan memberi kesempatan tubuh beradaptasi dengan aman.
Jangan salah paham
"Punya penyakit jantung atau diabetes berarti tidak boleh olahraga." Tidak. Pedoman WHO tahun 2020 bahkan memuat anjuran aktivitas fisik khusus untuk orang dengan penyakit kronis. Jenis dan intensitasnya yang perlu disesuaikan bersama dokter. Bacaan lain di seri hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung koroner membahasnya lebih rinci.
Tanda untuk berhenti
NHS menganjurkan segera menghentikan latihan bila terasa nyeri atau tidak enak badan, dan meminta bantuan bila gejalanya tidak hilang.
Segera cari pertolongan darurat bila saat atau setelah olahraga muncul:
- nyeri dada seperti ditekan atau diremas;
- nyeri dada yang menjalar ke lengan, leher, atau rahang;
- sesak napas berat sampai sulit berbicara;
- bibir atau kulit tampak pucat, kebiruan, atau keabuan;
- seseorang pingsan dan tidak merespons dengan normal.
Menurut NHS, gejala serangan jantung juga bisa berupa mual, berkeringat, atau rasa seperti salah cerna. Jangan menyetir sendiri ke IGD; minta bantuan orang lain atau layanan gawat darurat, dan duduk beristirahat sambil menunggu.
Peran keluarga
Bila ada anggota keluarga dengan penyakit jantung, diabetes, atau ginjal yang ingin mulai berolahraga, dampingi saat berkonsultasi dan saat latihan pertama. Pelajari bersama tanda bahaya di atas, dan jangan biarkan ia menahan nyeri dada demi "menyelesaikan" latihan.
Ingat 3 hal ini
- Olahraga aman bagi sebagian besar orang; tidak semua orang wajib cek jantung lengkap sebelum mulai.
- Yang lama tidak aktif dan punya penyakit jantung, diabetes, atau ginjal sebaiknya berkonsultasi dulu dan memulai bertahap.
- Nyeri dada, sesak berat, atau pingsan saat olahraga berarti berhenti dan segera cari pertolongan.
Bagikan bacaan ini kepada keluarga dan teman yang ingin mulai berolahraga agar mereka memulai dengan aman.
Daftar Pustaka
- Riebe D, Franklin BA, Thompson PD, et al. Updating ACSM's recommendations for exercise preparticipation health screening. Med Sci Sports Exerc. 2015;47(11):2473-2479.
- NHS. Physical activity guidelines for adults aged 19 to 64. Page last reviewed 22 May 2024.
- NHS. How to warm up before exercising. Page last reviewed 24 June 2026.
- NHS. Heart attack. Page last reviewed 31 March 2026.
- Bull FC, Al-Ansari SS, Biddle S, et al. World Health Organization 2020 guidelines on physical activity and sedentary behaviour. Br J Sports Med. 2020;54(24):1451-1462.
Sumber daring
- S1: Riebe D, Franklin BA, Thompson PD, et al. — Updating ACSM's Recommendations for Exercise Preparticipation Health Screening (Med Sci Sports Exerc 2015)
- S2: NHS — Physical Activity Guidelines for Adults Aged 19 to 64 (reviewed 22 May 2024)
- S3: NHS — How to Warm Up before Exercising, exercise video safety information (reviewed 24 June 2026)
- S4: NHS — Heart Attack (reviewed 31 March 2026)
- S5: Bull FC, Al-Ansari SS, Biddle S, et al. — World Health Organization 2020 Guidelines on Physical Activity and Sedentary Behaviour (Br J Sports Med 2020)
Materi edukasi umum. Informasi ini tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau pengobatan oleh tenaga kesehatan. Jika mengalami keadaan darurat, cari pertolongan langsung.
Ringkasan keselamatan
- Hentikan olahraga dan segera cari pertolongan darurat bila muncul nyeri dada seperti ditekan atau diremas, nyeri menjalar ke lengan, leher, atau rahang, sesak napas berat, bibir atau kulit pucat kebiruan, atau seseorang pingsan dan tidak merespons normal.
Kenali koleksi dan sumber bacaan.
Koleksi Bacaan Cepat Dokter Erta. Naskah sumber diperbarui 7 Oktober 2026; diterbitkan di website Klinik Kiera pada 11 Oktober 2026. Daftar pustaka di atas mengikuti naskah sumber.
