Daftar isi bacaan
Bayangkan Anda sedang berbelanja di minimarket. Di rak minuman, sebuah botol bertuliskan "rendah lemak" dan "sumber vitamin" tampak sangat meyakinkan. Anda pun langsung memasukkannya ke keranjang, tanpa membalik kemasan untuk melihat berapa banyak gulanya.
Kementerian Kesehatan mengingatkan agar kita tidak mudah percaya klaim di depan kemasan. Yang paling penting adalah angka di label gizi.
Kenapa label gizi penting?
BPOM menyebut konsumsi gula, garam, dan lemak (GGL) berlebihan sebagai salah satu penyebab penyakit tidak menular, seperti diabetes, hipertensi, penyakit jantung, dan stroke, yang masih menjadi tantangan besar kesehatan masyarakat Indonesia. Label gizi membantu kita mengetahui berapa banyak GGL yang sebenarnya kita makan.
Lima langkah cepat membaca label gizi
1. Mulai dari ukuran porsi. Menurut Kemenkes, semua angka di label dihitung per satu porsi. Bila satu kemasan berisi dua porsi dan Anda menghabiskannya, semua angka harus dikalikan dua. Contohnya, 150 kkal per porsi berarti 300 kkal untuk dua porsi.
2. Periksa energi, gula, natrium, dan lemak jenuh. Sebagai pembanding, WHO menganjurkan orang dewasa membatasi garam kurang dari 5 gram sehari (setara 2 gram atau 2000 mg natrium), gula bebas kurang dari 10% kebutuhan energi atau sekitar 50 gram untuk kebutuhan 2000 kalori, dan lemak jenuh kurang dari 10% energi.
3. Gunakan patokan %AKG. %AKG (angka kecukupan gizi) menunjukkan seberapa besar satu porsi memenuhi kebutuhan harian, umumnya berdasarkan 2000 kkal. Kemenkes memberi patokan cepat: 5% atau kurang berarti rendah, 20% atau lebih berarti tinggi. Patokan ini membantu membandingkan dua produk dengan cepat.
4. Baca daftar bahan. Bahan ditulis dari jumlah terbanyak ke paling sedikit. Jadi, bila gula atau sirup tercantum di urutan awal, artinya bahan itu termasuk yang paling banyak di dalam produk.
5. Jangan terpaku pada klaim. Istilah seperti "alami", "rendah lemak", atau "tanpa gula" terdengar sehat, tetapi Kemenkes menegaskan bahwa angka di label tetap menjadi patokan utama.
Mengenal Nutri-Level BPOM
Melalui Peraturan BPOM Nomor 10 Tahun 2026, BPOM memperkenalkan Nutri-Level, yaitu tanda di bagian depan kemasan yang menunjukkan profil GGL produk. Saat ini Nutri-Level diterapkan pada minuman siap konsumsi, minuman bubuk, serta konsentrat cair dan padat, dengan penilaian berdasarkan kandungan per 100 ml.
Ada empat tingkat:
- Level A (hijau tua): tidak boleh memakai bahan tambahan pangan (BTP) pemanis, baik alami maupun buatan;
- Level B (hijau muda): hanya boleh memakai BTP pemanis alami;
- Level C (kuning) dan Level D (merah): boleh memakai BTP pemanis alami maupun buatan.
Menurut BPOM, makin mendekati Level A, makin baik profil gizinya, sedangkan Level D menunjukkan kandungan GGL yang relatif lebih tinggi. Ibaratnya seperti lampu lalu lintas yang membantu kita memutuskan dengan cepat di depan rak.
Perlu diingat, BPOM memberi masa transisi 24 bulan sejak aturan ini diundangkan pada 17 Juni 2026. Jadi, belum semua produk minuman langsung memakai tanda ini.
Peran keluarga
Ajak anak membaca label bersama saat berbelanja, misalnya dengan permainan "cari yang Level A". Bandingkan dua produk sejenis dan pilih yang gula serta natriumnya lebih rendah. Air putih tetap menjadi pilihan minuman terbaik. Bila ada anggota keluarga dengan diabetes, hipertensi, penyakit ginjal, atau penyakit jantung, tanyakan kepada dokter atau ahli gizi batas yang sesuai untuknya.
Ingat 3 hal ini
- Mulai dari ukuran porsi, karena semua angka di label dihitung per satu porsi.
- %AKG 5% atau kurang berarti rendah, 20% atau lebih berarti tinggi; bahan di urutan awal adalah yang paling banyak.
- Pada minuman kemasan, makin mendekati Nutri-Level A, makin baik.
Bagikan bacaan ini kepada keluarga agar belanja bulanan lebih cermat dan pilihan makanan serta minuman lebih sehat.
Daftar Pustaka
- Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. Nutri-Level hadir di Indonesia, permudah konsumen pilih pangan lebih sehat. Siaran Pers. 30 Juli 2026.
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Cara membaca label gizi pada kemasan: jangan mudah percaya klaim. Ayo Sehat. 5 Mei 2026.
- World Health Organization. Healthy diet. Fact Sheet. 26 January 2026.
Sumber daring
- S1: Badan Pengawas Obat dan Makanan RI — Siaran Pers: Nutri-Level Hadir di Indonesia, Permudah Konsumen Pilih Pangan Lebih Sehat (30 Juli 2026)
- S2: Kementerian Kesehatan RI (Ayo Sehat) — Cara Membaca Label Gizi pada Kemasan: Jangan Mudah Percaya Klaim (5 Mei 2026)
- S3: WHO — Healthy Diet Fact Sheet (26 January 2026)
Materi edukasi umum. Informasi ini tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau pengobatan oleh tenaga kesehatan. Jika mengalami keadaan darurat, cari pertolongan langsung.
Ringkasan keselamatan
- Bila Anda memiliki diabetes, hipertensi, penyakit ginjal, atau penyakit jantung, tanyakan kepada dokter atau ahli gizi batas gula, garam, dan lemak yang sesuai.
Kenali koleksi dan sumber bacaan.
Koleksi Bacaan Cepat Dokter Erta. Naskah sumber diperbarui 7 Oktober 2026; diterbitkan di website Klinik Kiera pada 11 Oktober 2026. Daftar pustaka di atas mengikuti naskah sumber.
