Penglihatan Masih Jelas Bukan Berarti Retina Aman
Retinopati diabetik dapat berkembang tanpa gejala; pada diabetes tipe 2 pemeriksaan mata lengkap dimulai saat diagnosis, lalu jadwal berikutnya disesuaikan dengan hasil dan risiko.
Pustaka Bacaan Cepat Dokter Erta
390 bacaan. Satu kebiasaan baru: memahami kesehatan Anda sedikit lebih baik, setiap hari.
Retinopati diabetik dapat berkembang tanpa gejala; pada diabetes tipe 2 pemeriksaan mata lengkap dimulai saat diagnosis, lalu jadwal berikutnya disesuaikan dengan hasil dan risiko.
Kerusakan saraf akibat diabetes dapat menghilangkan rasa nyeri sehingga luka kaki tidak disadari; pemeriksaan rutin dan memeriksa kaki setiap hari membantu mencegah luka kronis dan amputasi.
Kontrol diabetes yang baik tidak berhenti pada HbA1c; tekanan darah, kolesterol LDL, rokok, ginjal, berat badan, aktivitas, dan pilihan obat pelindung jantung-ginjal ikut menentukan risiko jantung.
Kontrol diabetes yang lengkap mencakup pemantauan gula, tekanan darah, lemak darah, ginjal, mata, saraf, kaki, obat, kebiasaan hidup, kesehatan jiwa, vaksinasi, dan kesehatan gigi sesuai risiko.
Setelah penyakit jantung koroner terdiagnosis, mencegah serangan berikutnya membutuhkan gabungan berhenti merokok, minum obat teratur, kontrol LDL dan tekanan darah, aktivitas, pola makan, pengelolaan berat badan, tidur, dan stres, serta kontrol rutin.
Aktivitas fisik dan rehabilitasi jantung membantu pasien penyakit jantung koroner kembali aktif dengan aman; intensitas dan waktu mulai disesuaikan dengan kondisi klinis serta gejala.
Pada penyakit jantung koroner, pola makan keseluruhan lebih penting daripada satu larangan; pola ala Mediterania, makanan minim proses, lemak tak jenuh, serta pengurangan garam dan makanan ultra-proses membantu mengendalikan risiko.
Berhenti merokok tetap sangat bermanfaat setelah penyakit jantung koroner terdiagnosis; gabungan dukungan perilaku dan obat berhenti merokok meningkatkan peluang berhasil dan menurunkan risiko serangan berikutnya.
Pada penyakit jantung koroner, statin adalah terapi untuk mencegah serangan berikutnya; efek samping perlu dievaluasi bersama dokter tanpa menghentikan obat sendiri.
Aspirin dan penghambat P2Y12 mencegah keping darah membentuk gumpalan; setelah pemasangan ring atau sindrom koroner akut, lamanya terapi dua antiplatelet ditentukan oleh keseimbangan risiko gumpalan dan perdarahan, dan tidak boleh dihentikan sendiri.
Ring jantung membuka titik penyempitan tertentu tetapi tidak menghilangkan penumpukan plak di seluruh pembuluh; obat, pengendalian faktor risiko, dan pemantauan gejala tetap diperlukan.
Angina stabil biasanya punya pola yang bisa diperkirakan, muncul saat aktivitas dan membaik saat istirahat; perubahan pola atau nyeri saat istirahat dapat menandakan sindrom koroner akut.
Nitrogliserin di bawah lidah dapat meredakan angina dengan cepat, tetapi harus dipakai sesuai resep dan tidak boleh digabung dengan obat disfungsi ereksi golongan penghambat PDE5 karena risiko tekanan darah turun drastis.
Pada pasien PJK, nyeri dada yang baru, lebih berat, lebih lama, muncul saat istirahat, atau disertai gejala lain perlu dianggap kemungkinan sindrom koroner akut dan dinilai segera.
Profil lemak darah tidak cukup dibaca dari kolesterol total; LDL, HDL, trigliserida, kolesterol non-HDL, serta risiko klinis menentukan cara hasilnya ditafsirkan.
Lp(a) terutama ditentukan faktor keturunan dan dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah walaupun LDL tampak baik; pedoman terbaru menganjurkan pemeriksaan setidaknya sekali untuk mengenali risiko tambahan ini.
Trigliserida tinggi dapat mencerminkan gangguan metabolik dan bertambahnya partikel sisa (remnant) pemicu plak; bila sangat tinggi, perhatian juga bergeser ke pencegahan radang pankreas.
ApoB membantu memperkirakan jumlah partikel lemak pemicu plak dan dapat mengungkap risiko yang tidak selalu terlihat dari LDL saja, terutama pada diabetes, trigliserida tinggi, sindrom kardiovaskular-ginjal-metabolik, atau penyakit jantung yang sudah ada.
Keluhan otot saat memakai statin perlu dinilai secara runtut; banyak pasien masih bisa memakai statin lain, dosis atau jadwal berbeda, atau obat nonstatin bila diperlukan.
LDL ≥190 mg/dL termasuk kolesterol sangat tinggi (hiperkolesterolemia berat) yang perlu dicari penyebab lainnya, dipertimbangkan kemungkinan kolesterol tinggi keturunan, dan ditindaklanjuti dengan skrining keluarga.
Penurunan berat 5–10% dari berat awal dapat memberi manfaat metabolik yang nyata dan merupakan target awal yang lebih realistis daripada mengejar berat ideal secepat mungkin.
Obat obesitas dipakai bersama perubahan gaya hidup pada pasien yang memenuhi kriteria klinis; pilihannya harus mempertimbangkan IMT, penyakit penyerta, manfaat, risiko, larangan pemakaian, biaya, dan akses.
IMT (BMI) berguna sebagai alat skrining, tetapi sebaran lemak tubuh, terutama lemak perut, memberi informasi risiko tambahan; pada orang Asia, lingkar perut membantu agar risiko tidak terlewat.
Penurunan berat dapat disertai hilangnya massa bebas lemak termasuk otot; aktivitas aerobik tetap penting, tetapi latihan kekuatan dan asupan gizi yang cukup membantu mempertahankan fungsi, kekuatan, dan massa otot.
Belum ada bacaan yang cocok. Coba kata kunci lain atau pilih semua topik.
Koleksi edukasi umum dari Bacaan Cepat Dokter Erta. Daftar pustaka tersedia di setiap artikel. Untuk diagnosis dan pengobatan, diskusikan kondisi Anda dengan tenaga kesehatan.
Jelajahi arsip artikel Kiera sebelumnyaAdmin kami membantu Anda memilih layanan dan mengonfirmasi jadwal kunjungan.