Bandung Barat · Solusi sehat keluarga AndaPendaftaran 0812 2200 2500

Pustaka Bacaan Cepat Dokter Erta

Bacaan sehat · Halaman 15390

390 bacaan. Satu kebiasaan baru: memahami kesehatan Anda sedikit lebih baik, setiap hari.

Menampilkan 24 dari 390 bacaan · Halaman 15 dari 17

Jelajahi semua topik ↓
Pencegahan, skrining, dan pemeriksaan rutin

Tes HIV, Sifilis, dan Hepatitis B Saat Hamil Bukan Tuduhan: Pemeriksaan Darah Sederhana untuk Melindungi Bayi

Setiap ibu hamil dianjurkan menjalani tes HIV, sifilis, dan hepatitis B karena ketiga infeksi ini sering tanpa gejala tetapi dapat menular ke bayi, sedangkan bila ditemukan lebih awal, ibu dapat segera diobati dan bayi dapat dilindungi, misalnya dengan suntikan penisilin untuk sifilis serta imunisasi hepatitis B dalam 24 jam setelah lahir.

3 menit bacaBaca artikel
Pencegahan, skrining, dan pemeriksaan rutin

Periksa Kehamilan Minimal 6 Kali, Dua di Antaranya dengan Dokter dan USG: Apa Saja yang Diperiksa dan Mengapa Tetap Penting di Kehamilan Kedua

Kemenkes menetapkan pemeriksaan kehamilan minimal 6 kali, yaitu 1 kali pada trimester pertama, 2 kali pada trimester kedua, dan 3 kali pada trimester ketiga, termasuk 2 kali oleh dokter dengan USG, karena setiap kunjungan memeriksa tekanan darah, gizi, pertumbuhan janin, dan darah ibu untuk menemukan masalah sebelum menjadi berbahaya, juga pada kehamilan kedua dan seterusnya.

3 menit bacaBaca artikel
Pencegahan, skrining, dan pemeriksaan rutin

Bayi Baru Lahir Terlihat Sehat Belum Tentu Bebas Kelainan: Kenali Skrining Tetes Darah Tumit dan Pemeriksaan Oksigen Sebelum Pulang

Beberapa kelainan bawaan seperti hipotiroid kongenital, penyakit jantung bawaan kritis, dan kekurangan enzim G6PD sering tidak bergejala saat lahir, sehingga setiap bayi perlu menjalani skrining bayi baru lahir, berupa beberapa tetes darah dari tumit pada usia 48 sampai 72 jam dan pemeriksaan kadar oksigen dengan oksimeter, agar bayi yang terdeteksi dapat segera diobati sebelum timbul kerusakan permanen.

3 menit bacaBaca artikel
Pencegahan, skrining, dan pemeriksaan rutin

Anak Ditimbang Saja Belum Cukup: Ukur Juga Panjang atau Tinggi Badannya di Posyandu Setiap Bulan untuk Mengenali Stunting Sejak Dini

Stunting adalah kondisi anak lebih pendek dari standar usianya akibat kekurangan gizi menahun yang dapat dimulai sejak dalam kandungan, sehingga anak perlu ditimbang dan diukur panjang atau tinggi badannya di posyandu setiap bulan, agar gangguan pertumbuhan terlihat dari grafik sebelum terlambat dan dapat dicegah dengan ASI eksklusif, protein hewani, dan pemantauan rutin.

3 menit bacaBaca artikel
Pencegahan, skrining, dan pemeriksaan rutin

"Nanti Juga Bisa Sendiri"? Pantau Perkembangan Balita dengan KPSP dan Kenali Tanda Bahaya Sebelum Terlambat

Setiap anak berkembang dengan kecepatan berbeda, tetapi ada tanda bahaya perkembangan yang tidak boleh ditunggu, seperti tidak menoleh saat dipanggil pada usia 12 bulan atau belum merangkai dua kata pada usia 24 bulan, sehingga perkembangan balita perlu dipantau berkala dengan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP) agar gangguan ditemukan dan ditangani sedini mungkin.

3 menit bacaBaca artikel
Pencegahan, skrining, dan pemeriksaan rutin

Anak Membaca Terlalu Dekat atau Sering Mengucek Mata? Gangguan Penglihatan Bisa Diatasi dengan Kacamata Bila Ditemukan Dini

Kelainan refraksi seperti rabun jauh adalah penyebab utama gangguan penglihatan dan dialami sekitar 3,6 juta anak Indonesia, tetapi 3 dari 4 di antaranya belum memakai kacamata, sehingga orang tua perlu mengenali tanda anak sulit melihat dan memeriksakan mata anak sejak dini, sementara pada orang tua dan kakek nenek, katarak tetap menjadi penyebab utama kebutaan yang dapat diatasi.

3 menit bacaBaca artikel
Pencegahan, skrining, dan pemeriksaan rutin

Anak Dikira Tidak Fokus, Kakek Minta TV Dikeraskan? Periksa Pendengaran Sejak Bayi hingga Lansia dan Batasi Earphone 60/60

Gangguan pendengaran dapat terjadi sejak lahir hingga lanjut usia, sering tidak terlihat, dan sekitar 60% penyebabnya dapat dicegah, sehingga pendengaran perlu diperiksa sejak bayi, saat sekolah, pada pekerja di tempat bising, dan pada lansia, sambil menerapkan kebiasaan mendengar aman seperti membatasi volume earphone maksimal 60% dan tidak lebih dari 60 menit tanpa jeda.

3 menit bacaBaca artikel
Pencegahan, skrining, dan pemeriksaan rutin

Ditanya Soal Perasaan Saat Cek Kesehatan? Skrining Kesehatan Jiwa Dianjurkan Setahun Sekali, dan Jawaban Jujur Membuka Jalan Pertolongan

Kemenkes menganjurkan skrining kesehatan jiwa minimal setahun sekali untuk semua kelompok usia, termasuk tiga kali bagi ibu hamil hingga masa nifas, karena gejala cemas dan depresi cukup sering ditemukan, termasuk pada anak, sedangkan depresi umum terjadi dan dapat diobati, sehingga menjawab pertanyaan skrining dengan jujur membantu petugas menindaklanjuti lebih awal.

3 menit bacaBaca artikel
Pencegahan, skrining, dan pemeriksaan rutin

Lupa Menaruh Kunci Itu Wajar, Lupa Jalan Pulang Tidak: Kenali Tanda Awal Pikun pada Orang Tua dan Kapan Perlu Diperiksa

Lupa sesekali adalah hal wajar, tetapi pikun atau demensia bukan bagian normal dari penuaan, sehingga keluarga perlu mengenali tanda awalnya, seperti tersesat di tempat yang dikenal, mengulang pertanyaan yang sama, sulit mengerjakan tugas sehari-hari, atau perubahan perilaku, lalu membawa orang tua untuk diperiksa sedini mungkin, termasuk melalui pemeriksaan geriatri dalam Cek Kesehatan Gratis.

3 menit bacaBaca artikel
Pencegahan, skrining, dan pemeriksaan rutin

Posyandu Bukan Cuma untuk Balita: Orang Dewasa dan Lansia Bisa Cek Tekanan Darah, Gula Darah, dan Lingkar Perut Setiap Bulan di Dekat Rumah

Posyandu kini melayani seluruh siklus hidup, termasuk usia produktif dan lansia, dengan hari buka setiap bulan di dekat rumah untuk mengukur berat badan, lingkar perut, dan tekanan darah serta memeriksa gula darah dan kolesterol, sehingga penyakit tidak menular yang sering tanpa gejala dapat dipantau di antara jadwal Cek Kesehatan Gratis tahunan.

3 menit bacaBaca artikel
Pencegahan, skrining, dan pemeriksaan rutin

Remaja Putri Sering Lemas dan Sulit Konsentrasi? Kenali Anemia dan Mengapa Tablet Tambah Darah Seminggu Sekali Itu Penting

Remaja putri berisiko anemia karena kehilangan darah saat haid dan kebutuhan zat besi yang tinggi, padahal anemia menurunkan daya tahan tubuh, konsentrasi, dan prestasi belajar serta dapat berdampak hingga kehamilan kelak, sehingga Kemenkes menganjurkan remaja putri minum satu tablet tambah darah setiap minggu, disertai makanan kaya zat besi.

3 menit bacaBaca artikel
Pencegahan, skrining, dan pemeriksaan rutin

Bercak Putih atau Kemerahan yang Mati Rasa Jangan Disangka Panu: Kenali Kusta, Penyakit yang Bisa Sembuh dengan Obat Gratis

Kusta disebabkan bakteri, bukan kutukan atau keturunan, dan tanda awalnya sering berupa bercak putih atau kemerahan yang mati rasa yang mudah disangka panu, padahal bila ditemukan dini kusta dapat disembuhkan dengan obat gratis di puskesmas selama 6 sampai 12 bulan, penularan berhenti setelah pengobatan dimulai, dan kecacatan dapat dicegah.

3 menit bacaBaca artikel
Pencegahan, skrining, dan pemeriksaan rutin

Ke Dokter Gigi Baru Saat Sakit? Periksa Setiap 6 Bulan Agar Lubang Kecil Cukup Ditambal, Bukan Telanjur Dicabut

Gigi berlubang adalah penyakit tersering di dunia dan hasil Cek Kesehatan Gratis menunjukkan masalah gigi paling banyak ditemukan pada anak sekolah, padahal masalah gigi dapat ditemukan lebih awal sebelum parah, sehingga gigi perlu diperiksakan ke dokter gigi setiap 6 bulan walau tanpa keluhan agar dapat ditambal lebih awal, lebih murah, dan tidak sampai dicabut.

3 menit bacaBaca artikel
Pencegahan, skrining, dan pemeriksaan rutin

Anak Ikut Cek Kesehatan Gratis di Sekolah? Isi Kuesionernya, Tanyakan Hasilnya, dan Tindak Lanjuti Temuannya

Cek Kesehatan Gratis di sekolah memeriksa anak usia 7 sampai 17 tahun, mulai dari gizi, tekanan darah, gigi, mata, telinga, hingga kesehatan jiwa dan anemia sesuai jenjang, tetapi manfaatnya baru terasa bila orang tua ikut mengisi kuesioner, menanyakan hasilnya, dan membawa anak ke puskesmas bila ada temuan yang perlu ditindaklanjuti.

3 menit bacaBaca artikel
Penggunaan obat yang aman sehari-hari

Lingkaran Hijau, Biru, atau Merah di Kemasan Obat Itu Ada Artinya: Kenali Golongan Obat dan Prinsip DaGuSiBu

Logo lingkaran pada kemasan obat menunjukkan golongannya: hijau untuk obat bebas, biru untuk obat bebas terbatas yang harus dipakai cermat sesuai peringatan, dan merah berhuruf K untuk obat keras yang hanya boleh dengan resep dokter, sehingga keluarga perlu mengenali logo ini dan menerapkan prinsip DaGuSiBu: dapatkan di tempat resmi, gunakan dengan benar, simpan dengan tepat, dan buang dengan aman.

3 menit bacaBaca artikel
Penggunaan obat yang aman sehari-hari

Sudah Minum Parasetamol, Lalu Ditambah Obat Flu? Periksa Labelnya, Bisa Jadi Isinya Parasetamol Juga

Parasetamol aman bila dipakai sesuai dosis, tetapi banyak obat flu dan batuk kombinasi juga mengandung parasetamol, sehingga meminum keduanya bersamaan dapat membuat dosis harian terlampaui tanpa disadari dan merusak hati; keluarga perlu membaca kandungan zat aktif, mematuhi jarak dan batas dosis, serta segera mencari pertolongan bila terlanjur minum terlalu banyak meski merasa baik-baik saja.

4 menit bacaBaca artikel
Penggunaan obat yang aman sehari-hari

Sendok Makan di Dapur Bukan Alat Takar Obat: Cara Menakar Obat Cair Anak agar Dosisnya Tepat

Sendok makan dan sendok teh di rumah ukurannya berbeda-beda, sehingga obat cair anak harus ditakar dengan sendok takar, alat suntik tanpa jarum untuk minum obat, atau gelas takar dari kemasannya; orang tua juga perlu mengocok suspensi, mencocokkan satuan mililiter, memastikan produk memang untuk anak, dan mencatat jam pemberian agar dosis tidak kurang atau berlebih.

3 menit bacaBaca artikel
Penggunaan obat yang aman sehari-hari

Tanggal Kedaluwarsa Masih Lama, tapi Botolnya Sudah Lama Dibuka: Kenali Batas Pakai Obat dan Cara Menyimpannya di Rumah

Tanggal kedaluwarsa di kemasan hanya berlaku selama obat belum dibuka; setelah dibuka, diracik, atau dicampur air, obat punya batas pakai yang lebih pendek, misalnya sekitar 7 hari untuk sirup kering antibiotik dan 28 hari untuk tetes mata atau insulin pena yang sedang dipakai, sehingga keluarga perlu menulis tanggal pembukaan, menyimpan obat dalam kemasan asli pada suhu kamar, dan membuang obat yang berubah warna, bau, rasa, atau bentuk.

3 menit bacaBaca artikel
Penggunaan obat yang aman sehari-hari

Obat Kedaluwarsa Jangan Dibuang Utuh Bersama Kemasannya: Kembalikan ke Apotek atau Musnahkan dengan Cara yang Benar

Obat kedaluwarsa, rusak, atau sisa yang dibuang utuh bersama kemasannya bisa dipungut, dikemas ulang, dan dijual kembali sebagai obat ilegal atau palsu, sehingga BPOM mengajak masyarakat mengembalikannya ke apotek yang menerima sampah obat, atau memusnahkannya di rumah dengan mengeluarkan obat dari kemasan, mencampurnya dengan tanah atau ampas kopi dalam wadah tertutup, melepas etiket, dan merusak kemasannya.

3 menit bacaBaca artikel
Penggunaan obat yang aman sehari-hari

Beli Obat Lewat Toko Online? Nama Akun yang Terdengar Resmi Belum Tentu Apotek Berizin, Terapkan Cek KLIK Dulu

Obat palsu dan di bawah standar sering dijual secara daring atau di pasar tidak resmi, dan nama akun yang terdengar resmi belum tentu apotek berizin, sehingga BPOM menganjurkan membeli obat daring hanya melalui sarana yang memiliki izin Penyelenggara Sistem Elektronik Farmasi atau bermitra dengannya, memeriksa nomor izin edar lewat BPOM Mobile atau situs Cek BPOM, dan menerapkan Cek KLIK: kemasan, label, izin edar, dan kedaluwarsa.

3 menit bacaBaca artikel
Penggunaan obat yang aman sehari-hari

Jamu Pegal Linu yang Langsung Cespleng Patut Dicurigai: Kenali Bahan Kimia Obat yang Disembunyikan dan Bahayanya

Sebagian jamu dan obat bahan alam ilegal dicampur bahan kimia obat seperti parasetamol, piroksikam, fenilbutazon, atau steroid deksametason agar terasa cespleng, padahal dosisnya tidak diketahui dan dapat merusak lambung, hati, dan ginjal; steroid tersembunyi bahkan bisa membuat tubuh sangat lemas bila jamu dihentikan mendadak setelah lama dipakai, sehingga keluarga perlu waspada terhadap klaim instan, menerapkan Cek KLIK, dan berkonsultasi ke dokter bila sudah lama mengonsumsinya.

3 menit bacaBaca artikel
Penggunaan obat yang aman sehari-hari

Minum Obat Dokter Sambil Rutin Minum Jamu atau Suplemen Herbal? Ceritakan Semuanya, Karena Keduanya Bisa Saling Memengaruhi

Jamu dan suplemen herbal mengandung zat aktif yang dapat melemahkan atau justru memperkuat efek obat dokter, misalnya ginkgo, ginseng, atau bawang putih yang memengaruhi obat pengencer darah dan ekstrak teh hijau yang menurunkan kadar obat kolesterol, sehingga pasien dan keluarga perlu membuat daftar tertulis semua obat, jamu, dan suplemen yang diminum lalu menunjukkannya kepada dokter dan apoteker, terutama bila memakai obat pengencer darah, obat jantung, obat diabetes, atau akan dioperasi.

3 menit bacaBaca artikel
Penggunaan obat yang aman sehari-hari

Orang Tua Minum Banyak Obat dari Beberapa Dokter? Bawa Daftar Lengkapnya Saat Kontrol dan Tanyakan Mana yang Masih Perlu

Lansia sering minum banyak obat sekaligus karena punya beberapa penyakit, padahal makin banyak obat makin besar risiko efek samping, obat ganda, dan jatuh akibat pusing atau kantuk, sehingga keluarga perlu membuat daftar lengkap semua obat, vitamin, dan suplemen, menunjukkannya kepada setiap dokter dan apoteker, meminta tinjauan obat secara berkala, dan tidak menghentikan obat sendiri tanpa berbicara dengan dokter.

3 menit bacaBaca artikel
Penggunaan obat yang aman sehari-hari

Obat Generik dari Puskesmas Dianggap Kalah Manjur? Kenali Beda Obat Generik, Generik Bermerek, dan Obat Paten

Obat generik berisi zat aktif, kekuatan, dan bentuk sediaan yang sama dengan obat aslinya dan harus lulus uji bioekivalensi sebelum beredar, sehingga khasiatnya setara meski harganya lebih murah karena tidak menanggung biaya penelitian, paten, dan promosi; warna atau bentuk tablet boleh berbeda, sehingga keluarga cukup memastikan nama zat aktif dan dosisnya sama, tidak meminum dua merek berisi zat yang sama sekaligus, dan melapor kepada dokter atau apoteker bila obat terasa tidak bekerja seperti biasa.

3 menit bacaBaca artikel

Koleksi edukasi umum dari Bacaan Cepat Dokter Erta. Daftar pustaka tersedia di setiap artikel. Untuk diagnosis dan pengobatan, diskusikan kondisi Anda dengan tenaga kesehatan.

Jelajahi arsip artikel Kiera sebelumnya

Mari mulai dari percakapan.

Admin kami membantu Anda memilih layanan dan mengonfirmasi jadwal kunjungan.

Hubungi admin