Bandung Barat · Solusi sehat keluarga AndaPendaftaran 0812 2200 2500

Pustaka Bacaan Cepat Dokter Erta

Bacaan sehat · Halaman 14390

390 bacaan. Satu kebiasaan baru: memahami kesehatan Anda sedikit lebih baik, setiap hari.

Menampilkan 24 dari 390 bacaan · Halaman 14 dari 17

Jelajahi semua topik ↓
Kesehatan seksual dan reproduksi

Keputihan Itu Normal, Sabun Wangi Justru Bisa Jadi Masalah: Kenali Kapan Keputihan Perlu Diperiksakan

Keputihan yang jernih atau putih dan tidak berbau tajam adalah cara alami vagina menjaga kebersihan dan melindungi diri dari infeksi, sedangkan perubahan warna, bau, atau tekstur, rasa gatal, nyeri, dan perdarahan di luar haid perlu diperiksakan, dan sabun wangi, cairan antiseptik, serta membilas bagian dalam vagina justru dapat mengganggu perlindungan alaminya.

3 menit bacaBaca artikel
Kesehatan seksual dan reproduksi

Nyeri Haid Sampai Tidak Bisa Sekolah atau Bekerja Bukan untuk Ditahan: Kenali Tanda Endometriosis

Nyeri haid ringan yang membaik dengan kompres hangat dan obat antinyeri umumnya wajar, tetapi nyeri yang menghentikan aktivitas, tidak membaik dengan obat, disertai haid sangat banyak, nyeri saat berhubungan, buang air kecil, atau buang air besar perlu diperiksakan karena dapat menandakan endometriosis, penyakit yang sering terlambat dikenali karena nyerinya dianggap biasa.

3 menit bacaBaca artikel
Kesehatan seksual dan reproduksi

Nyeri Mendadak di Buah Zakar Jangan Ditunggu Sampai Pagi: Kenali Torsio Testis dan Benjolan yang Perlu Diperiksa

Nyeri hebat yang mendadak di salah satu buah zakar, apalagi disertai mual atau muntah, dapat menandakan torsio testis yang memutus aliran darah dan perlu operasi secepatnya, idealnya dalam 6 jam, sedangkan benjolan, pembengkakan, atau rasa berat di buah zakar perlu diperiksakan karena kanker testis paling sering menyerang laki-laki usia 15 sampai 49 tahun dan lebih mudah diobati bila ditemukan dini.

4 menit bacaBaca artikel
Kesehatan seksual dan reproduksi

Gangguan Ereksi yang Sering Terjadi Bisa Jadi Tanda dari Pembuluh Darah: Periksakan, Jangan Buru-Buru Beli Jamu Kuat

Gangguan ereksi sesekali karena lelah, stres, atau alkohol umumnya wajar, tetapi bila sering terjadi dapat menandakan masalah pembuluh darah, diabetes, tekanan darah tinggi, kolesterol, gangguan hormon, depresi, atau efek samping obat, sehingga perlu diperiksakan ke dokter, sementara jamu stamina pria yang dicampur obat keras secara ilegal dapat memicu gangguan jantung, stroke, hingga kematian mendadak.

3 menit bacaBaca artikel
Kesehatan seksual dan reproduksi

Sibuk Menyiapkan Pernikahan, Jangan Lupa Cek Kesehatan Pranikah: Apa yang Diperiksa dan Mengapa Penting bagi Calon Anak

Pemeriksaan kesehatan pranikah, idealnya sekitar 3 bulan sebelum menikah, membantu calon pengantin mengetahui infeksi seperti sifilis, HIV, dan hepatitis B, anemia dan status imunisasi tetanus pada perempuan, serta status pembawa sifat talasemia yang sering tidak bergejala, sekaligus menjadi saat yang tepat untuk mulai asam folat dan membicarakan penyakit kronis serta obat rutin sebelum hamil.

3 menit bacaBaca artikel
Kesehatan jiwa sehari-hari

Menjaga Kesehatan Jiwa Tidak Perlu Menunggu Sakit: Lima Langkah Sederhana yang Bisa Dimulai Hari Ini

Kesehatan jiwa adalah kemampuan menghadapi tekanan hidup, belajar, bekerja, dan berperan bagi sekitar, dan dapat dirawat setiap hari lewat lima langkah sederhana: terhubung dengan orang lain, bergerak aktif, belajar hal baru, berbuat baik, dan hadir pada saat ini, ditambah mengenali pola diri sendiri, membatasi layar dan alkohol, serta mencari bantuan bila perubahan berlangsung lama.

3 menit bacaBaca artikel
Kesehatan jiwa sehari-hari

Kesepian Bukan Sekadar Perasaan: Dampaknya pada Jantung dan Pikiran, dan Cara Sederhana Menyambung Kembali

Menurut WHO, kesepian dialami sekitar 1 dari 6 orang di dunia dan berkaitan dengan meningkatnya risiko stroke, penyakit jantung, diabetes, penurunan daya ingat, depresi, dan kematian dini, sehingga langkah kecil seperti menghubungi teman, menyapa tetangga, ikut kegiatan kelompok, dan rutin mengunjungi orang tua yang tinggal sendiri ikut menjaga kesehatan.

3 menit bacaBaca artikel
Kesehatan jiwa sehari-hari

Bukan Sekadar Capek atau Malas: Kenali Burnout, Kelelahan Akibat Stres Kerja yang Tidak Tertangani

Menurut WHO, burnout adalah fenomena pekerjaan akibat stres kerja menahun yang tidak tertangani, ditandai rasa terkuras habis, sinis atau menjauh dari pekerjaan, dan merasa tidak lagi mampu bekerja dengan baik, sehingga perlu ditangani dari dua arah: pekerja mengenali penyebab, mengatur prioritas, beristirahat, dan menetapkan batas, sementara tempat kerja mengurangi beban berlebih dan memberi dukungan.

3 menit bacaBaca artikel
Kesehatan jiwa sehari-hari

Duka Setelah Kehilangan Tidak Punya Jadwal: Mana yang Wajar, Kapan Perlu Bantuan, dan Cara Mendampingi yang Berduka

Duka adalah respons alami terhadap kehilangan yang dapat berupa kaget, sedih mendalam, lelah, marah, dan rasa bersalah tanpa urutan yang pasti, biasanya mereda perlahan dalam hitungan bulan hingga lebih dari setahun, sedangkan duka yang tidak berkurang, membuat seseorang tidak mampu kembali beraktivitas, disertai penggunaan alkohol atau obat berlebihan, atau pikiran bunuh diri perlu bantuan tenaga kesehatan.

3 menit bacaBaca artikel
Kesehatan jiwa sehari-hari

Judi Online Bukan Jalan Pintas: Kenali Tanda Kecanduan, Dampaknya bagi Keluarga, dan Cara Mencari Pertolongan

Gangguan judi digolongkan sebagai gangguan jiwa yang mirip kecanduan zat, ditandai sulit mengendalikan diri, judi makin diutamakan, dan terus berjudi walau merugi, dengan dampak pada keuangan keluarga, hubungan, kesehatan jiwa, hingga risiko bunuh diri, padahal terapi seperti terapi perilaku kognitif dan wawancara motivasi tersedia, termasuk di klinik adiksi perilaku rumah sakit jiwa pemerintah.

3 menit bacaBaca artikel
Kesehatan jiwa sehari-hari

Remaja, Media Sosial, dan Perundungan: Tanda Anak Sedang Tidak Baik-Baik Saja dan Cara Orang Tua Mendampingi

Menurut WHO, satu dari tujuh remaja usia 10 sampai 19 tahun mengalami gangguan jiwa yang sering tidak dikenali, sementara penggunaan media sosial yang bermasalah dan perundungan dapat memperburuk suasana hati, tidur, dan prestasi, sehingga orang tua perlu mengenali perubahan emosi, perilaku, dan kebiasaan anak, membuka percakapan tanpa menghakimi, dan mencari bantuan bila tanda-tandanya menetap.

3 menit bacaBaca artikel
Keselamatan di rumah dan pencegahan cedera

Tersiram Air Panas atau Minyak Goreng? Alirkan Air 20 Menit, Bukan Odol atau Mentega

Pertolongan pertama luka bakar adalah segera mengalirkan air bersih yang sejuk, bukan air es, selama 20 menit, melepas pakaian atau perhiasan di sekitarnya yang tidak menempel, lalu menutup longgar dengan plastik bersih, tanpa odol, mentega, minyak, atau kunyit, sedangkan luka bakar yang luas, dalam, di wajah atau kelamin, akibat listrik atau bahan kimia, serta pada balita perlu segera ditangani tenaga kesehatan.

3 menit bacaBaca artikel
Keselamatan di rumah dan pencegahan cedera

Tersedak Bisa Merenggut Napas dalam Hitungan Menit: Cara Menolong Bayi, Anak, dan Orang Dewasa

Bila orang yang tersedak masih bisa batuk keras dan bersuara, dorong ia terus batuk; bila batuknya tidak bersuara, sulit bernapas, atau membiru, lakukan tepukan punggung lalu hentakan dada pada bayi atau hentakan perut pada anak di atas 1 tahun dan orang dewasa, minta bantuan darurat bila sumbatan tidak keluar atau korban tidak sadar, dan tetap periksakan ke dokter setelahnya.

3 menit bacaBaca artikel
Keselamatan di rumah dan pencegahan cedera

Anak Menelan Cairan Pembersih atau Obat Orang Tua? Jangan Dipaksa Muntah, Segera Cari Pertolongan

Bila anak atau anggota keluarga diduga menelan, menyentuh, atau menghirup zat berbahaya seperti obat, cairan pembersih, atau pestisida, segera cari pertolongan medis walau belum ada gejala, jangan memaksa muntah dan jangan memberi makan atau minum, bawa kemasan zatnya, dan cegah kejadian dengan menyimpan obat serta bahan kimia di tempat terkunci dalam wadah aslinya, bukan di botol minuman.

3 menit bacaBaca artikel
Keselamatan di rumah dan pencegahan cedera

Anak Bisa Tenggelam Saat Kita Lengah Sebentar: Cara Mencegahnya di Rumah, Kolam, dan Sungai

Menurut WHO, tenggelam termasuk penyebab kematian utama pada anak usia 1 sampai 14 tahun dan risikonya meningkat saat anak berada di dekat air tanpa pengawasan aktif, sehingga pencegahan terbaik adalah pengawasan dekat tanpa ponsel, menutup sumur dan membatasi akses ke kolam atau sumber air, mengajarkan keterampilan berenang dan keselamatan air, memakai jaket pelampung di perairan terbuka, dan menolong tanpa membahayakan diri sendiri.

3 menit bacaBaca artikel
Keselamatan di rumah dan pencegahan cedera

Digigit Ular? Jangan Diikat, Disayat, atau Disedot: Diamkan Bagian yang Digigit dan Segera ke Fasilitas Kesehatan

Gigitan ular berbisa dapat menyebabkan kelumpuhan otot napas, perdarahan, gagal ginjal, dan kerusakan jaringan, sehingga semua gigitan ular perlu segera diperiksa; pertolongan pertama yang benar adalah tetap tenang, mendiamkan bagian yang digigit, melepas cincin atau jam, dan segera ke fasilitas kesehatan, tanpa mengikat kuat, menyayat, atau menyedot luka, karena pengobatan definitifnya adalah serum antibisa yang hanya diberikan di fasilitas kesehatan.

3 menit bacaBaca artikel
Keselamatan di rumah dan pencegahan cedera

Membonceng Anak Naik Motor? Helm yang Benar, Kecepatan Terkendali, dan Anak di Bawah Umur Jangan Dulu Mengendarai

Kecelakaan lalu lintas adalah penyebab kematian utama pada usia 5 sampai 29 tahun dan kecelakaan sepeda motor menjadi penyebab cedera terbanyak di Indonesia, padahal helm yang dipakai dengan benar dapat menurunkan risiko kematian lebih dari 6 kali, sehingga keluarga perlu memakaikan helm pada setiap pengendara dan penumpang termasuk anak, mengendalikan kecepatan, tidak memakai ponsel saat berkendara, dan tidak membiarkan anak di bawah umur mengendarai motor.

3 menit bacaBaca artikel
Pencegahan, skrining, dan pemeriksaan rutin

Tahun Lalu Hasilnya Normal, Perlukah Cek Kesehatan Gratis Lagi? Apa Saja yang Diperiksa dan Mengapa Perlu Setiap Tahun

Cek Kesehatan Gratis (CKG) dari Kemenkes dapat diikuti setahun sekali oleh semua usia dengan pemeriksaan yang disesuaikan usia, mulai dari tekanan darah, gula darah, dan status gizi hingga skrining kanker dan pemeriksaan lansia, dan perlu diulang setiap tahun karena pada 2026 sekitar satu juta peserta yang tahun sebelumnya sehat kini terdeteksi hipertensi, sementara temuan pemeriksaan ditindaklanjuti dengan edukasi, pengobatan, dan rujukan.

3 menit bacaBaca artikel
Pencegahan, skrining, dan pemeriksaan rutin

Skrining Kanker Leher Rahim Kini Bisa dengan Tes DNA HPV, Bahkan Ambil Sampel Sendiri: Siapa, Kapan, dan Mengapa Penting

Kanker leher rahim sebagian besar dapat dicegah karena berkembang perlahan selama 15 sampai 20 tahun dari infeksi HPV yang menetap, sehingga perempuan dianjurkan skrining mulai usia 30 tahun dengan tes DNA HPV yang kini tersedia dalam Cek Kesehatan Gratis, termasuk pengambilan sampel mandiri, dan hasil positif ditindaklanjuti dengan pengobatan prakanker yang sederhana di puskesmas.

3 menit bacaBaca artikel
Pencegahan, skrining, dan pemeriksaan rutin

Benjolan di Payudara yang Tidak Nyeri Tetap Perlu Diperiksa: SADARI Setiap Bulan, SADANIS di Puskesmas, dan Peran Mamografi

Kanker payudara adalah kanker penyebab kematian tertinggi pada perempuan Indonesia dan sebagian besar baru ditemukan pada stadium lanjut, padahal benjolan kanker sering tidak nyeri, sehingga perempuan perlu mengenali payudaranya lewat SADARI setiap bulan, mengikuti SADANIS oleh tenaga kesehatan, termasuk melalui Cek Kesehatan Gratis mulai usia 30 tahun, dan segera memeriksakan setiap perubahan.

3 menit bacaBaca artikel
Pencegahan, skrining, dan pemeriksaan rutin

Darah di Tinja Jangan Langsung Dianggap Wasir: Kenali Kanker Usus Besar dan Manfaat Skrining Mulai Usia 45 Tahun

Kanker usus besar sering berawal dari polip jinak dan pada tahap awal sering tanpa gejala, sehingga darah di tinja atau perubahan pola buang air besar tidak boleh langsung dianggap wasir, dan deteksi dini, yang dalam Cek Kesehatan Gratis dimulai usia 45 tahun, dapat menemukan serta mengangkat polip sebelum menjadi kanker.

3 menit bacaBaca artikel
Pencegahan, skrining, dan pemeriksaan rutin

Perokok Berusia 45 Tahun ke Atas Perlu Tahu Skrining Kanker Paru: Siapa yang Berisiko Tinggi dan Apa Itu CT Dosis Rendah

Kanker paru adalah penyebab kematian akibat kanker tertinggi di dunia dan di Indonesia sering baru ditemukan pada stadium lanjut, sehingga orang berisiko tinggi, terutama perokok dan bekas perokok berusia di atas 45 tahun, perlu mengenal skrining dengan CT dosis rendah, mengikuti deteksi dini melalui CKG, dan tetap menjadikan berhenti merokok sebagai pencegahan terbaik.

3 menit bacaBaca artikel
Pencegahan, skrining, dan pemeriksaan rutin

Tes PSA untuk Prostat Bermanfaat, tetapi Hasil Tinggi Belum Tentu Kanker: Pertimbangkan Bersama Dokter Sebelum Diperiksa

Tes PSA dapat membantu menemukan kanker prostat lebih awal, tetapi kadar PSA tinggi juga bisa disebabkan pembesaran prostat, peradangan, atau infeksi saluran kemih, dan tidak semua kanker prostat perlu diobati, sehingga keputusan tes sebaiknya diambil bersama dokter dengan menimbang risiko, manfaat, dan persiapan yang benar.

4 menit bacaBaca artikel

Koleksi edukasi umum dari Bacaan Cepat Dokter Erta. Daftar pustaka tersedia di setiap artikel. Untuk diagnosis dan pengobatan, diskusikan kondisi Anda dengan tenaga kesehatan.

Jelajahi arsip artikel Kiera sebelumnya

Mari mulai dari percakapan.

Admin kami membantu Anda memilih layanan dan mengonfirmasi jadwal kunjungan.

Hubungi admin