Bandung Barat · Solusi sehat keluarga AndaPendaftaran 0812 2200 2500

Pustaka Bacaan Cepat Dokter Erta

Bacaan sehat · Halaman 16390

390 bacaan. Satu kebiasaan baru: memahami kesehatan Anda sedikit lebih baik, setiap hari.

Menampilkan 24 dari 390 bacaan · Halaman 16 dari 17

Jelajahi semua topik ↓
Penggunaan obat yang aman sehari-hari

Ibuprofen, Asam Mefenamat, dan Natrium Diklofenak Satu Golongan: Jangan Diminum Bersamaan dan Kenali Risikonya bagi Lambung, Ginjal, dan Jantung

Ibuprofen, asam mefenamat, natrium diklofenak, meloksikam, dan aspirin termasuk satu golongan obat antiinflamasi nonsteroid sehingga tidak boleh diminum bersamaan, karena dapat menimbulkan luka dan perdarahan lambung, gangguan ginjal, serta meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke terutama pada dosis tinggi dan pemakaian lama; obat ini sebaiknya diminum bersama atau sesudah makan, dalam dosis terkecil dan waktu sesingkat mungkin, dan ditanyakan dulu kepada apoteker oleh orang dengan riwayat sakit maag, asma, penyakit jantung, ginjal, atau yang minum obat pengencer darah.

3 menit bacaBaca artikel
Penggunaan obat yang aman sehari-hari

Krim Steroid Bukan untuk Semua Gatal, Apalagi untuk Memutihkan Wajah: Kenali Risikonya dan Cara Memakainya dengan Benar

Krim dan salep steroid efektif meredakan peradangan kulit seperti eksim bila dipilih dokter sesuai kekuatannya, tetapi bila dipakai sembarangan, terlalu lama, di wajah, atau untuk memutihkan kulit dapat menipiskan kulit, memunculkan guratan, pembuluh darah halus, jerawat, perubahan warna kulit, dan memperluas infeksi jamur, sementara BPOM masih menemukan kosmetik pemutih ilegal berisi klobetasol dan mometason, sehingga keluarga perlu memakai krim steroid tipis sesuai petunjuk, tidak memakainya di wajah tanpa saran, dan menerapkan Cek KLIK.

3 menit bacaBaca artikel
Penggunaan obat yang aman sehari-hari

Balita Batuk Pilek, Perlukah Langsung Diberi Obat Batuk Sirup? Yang Lebih Penting Justru Cairan, Istirahat, dan Mengenali Tanda Bahaya

Batuk pilek biasa pada anak disebabkan virus dan umumnya sembuh sendiri dalam beberapa hari, sementara obat batuk pilek bebas tidak mempercepat kesembuhan dan dapat berbahaya bagi anak kecil, sehingga FDA tidak menganjurkannya untuk anak di bawah 2 tahun dan NHS melarang dekongestan untuk anak di bawah 6 tahun; orang tua sebaiknya mencukupi cairan, memakai tetes hidung garam, memberi madu hanya untuk anak di atas 1 tahun, memakai parasetamol atau ibuprofen bila demam atau nyeri, dan segera membawa anak ke fasilitas kesehatan bila muncul tanda bahaya.

3 menit bacaBaca artikel
Penggunaan obat yang aman sehari-hari

Tertulis "3 Kali Sehari" di Etiket Obat, Apakah Artinya Pagi, Siang, dan Malam? Cara Membaca Aturan Pakai agar Obat Bekerja Semestinya

Aturan pakai di etiket obat perlu dibaca dengan teliti: menurut Kemenkes, antibiotik "3 kali sehari" berarti diminum setiap 8 jam, misalnya pukul 06.00, 14.00, dan 22.00, dan harus dihabiskan sesuai lama yang ditentukan; "sebelum makan" umumnya berarti saat perut kosong, "bila perlu" berarti hanya saat ada keluhan, dosis yang terlupa diminum saat ingat kecuali sudah dekat jadwal berikutnya tanpa menggandakan dosis, dan istilah yang membingungkan sebaiknya ditanyakan kepada apoteker.

3 menit bacaBaca artikel
Penggunaan obat yang aman sehari-hari

Bentol dan Gatal Setelah Minum Obat: Efek Samping atau Alergi? Kenali Bedanya, Catat Nama Obatnya, dan Laporkan

Efek samping obat umumnya ringan dan hilang setelah obat dihentikan, sedangkan alergi obat adalah reaksi sistem kekebalan yang bisa ringan seperti bentol dan ruam hingga mengancam jiwa seperti sesak napas dan pingsan, sehingga keluarga perlu mengenali tanda bahaya, mencatat nama obat penyebab alergi dan memberitahukannya kepada setiap tenaga kesehatan, serta melaporkan efek samping obat kepada tenaga kesehatan atau BPOM melalui e-MESO atau HALOBPOM 1500533.

3 menit bacaBaca artikel
Memahami pemeriksaan dan prosedur

Besok Pagi Cek Darah, Perlu Puasa atau Tidak? Persiapan Sederhana agar Hasilnya Akurat

Sebagian tes darah seperti gula darah puasa dan profil lemak memerlukan puasa karena zat dari makanan dan minuman dapat mengubah kadar dalam darah, sedangkan tes lain seperti HbA1c dan gula darah sewaktu tidak memerlukannya; selama puasa hanya air putih yang boleh diminum, kopi, teh, permen karet, merokok, dan olahraga sebaiknya dihindari, obat rutin jangan dihentikan tanpa petunjuk, dan setiap perbedaan dari instruksi perlu disampaikan dengan jujur kepada petugas laboratorium.

3 menit bacaBaca artikel
Memahami pemeriksaan dan prosedur

Menampung Urine, Dahak, dan Tinja untuk Pemeriksaan Ternyata Ada Caranya: Salah Ambil Sampel Bisa Membuat Hasil Lab Keliru

Hasil pemeriksaan urine, dahak, dan tinja sangat bergantung pada cara sampel diambil: urine sebaiknya ditampung dari pancaran tengah setelah membersihkan area kelamin agar kuman dari kulit tidak ikut, dahak harus berasal dari paru-paru melalui batuk dalam dan bukan air liur, dan tinja tidak boleh tercampur urine, air, atau tisu, sehingga keluarga perlu memakai wadah dari laboratorium, mengikuti petunjuknya, dan segera mengantar sampel.

3 menit bacaBaca artikel
Memahami pemeriksaan dan prosedur

Takut Radiasi Saat Disuruh Rontgen atau CT Scan? Pahami Manfaat, Risiko, dan Hal yang Perlu Disampaikan kepada Petugas

Rontgen dan CT scan memakai sedikit radiasi pengion, dengan dosis CT lebih tinggi daripada rontgen biasa; bila pemeriksaan memang diperlukan, manfaatnya jauh lebih besar daripada risiko radiasi yang kecil, tetapi pasien perlu memberi tahu bila hamil atau mungkin hamil, punya alergi atau reaksi terhadap zat kontras, asma, penyakit ginjal, tiroid, atau diabetes, menyimpan catatan pemeriksaan pencitraan sebelumnya agar tidak terjadi pengulangan yang tidak perlu, dan menanyakan pilihan pemeriksaan tanpa radiasi.

3 menit bacaBaca artikel
Memahami pemeriksaan dan prosedur

MRI Tidak Memakai Radiasi, tetapi Magnetnya Sangat Kuat: Apa yang Perlu Disiapkan dan Disampaikan sebelum Pemeriksaan

MRI membuat gambar tubuh dengan magnet kuat dan gelombang radio tanpa radiasi pengion, sehingga aman bagi kebanyakan orang termasuk anak, tetapi semua benda logam harus dilepas dan pasien wajib memberi tahu bila memiliki alat pacu jantung, implan telinga, klip pembuluh darah, sendi buatan, atau serpihan logam di tubuh, sedang hamil atau menyusui, serta punya penyakit ginjal atau alergi zat kontras; pemeriksaan berlangsung sekitar 15 sampai 90 menit dengan suara keras sehingga perlu berbaring diam dan memakai pelindung telinga.

3 menit bacaBaca artikel
Memahami pemeriksaan dan prosedur

Mau USG, Harus Puasa atau Menahan Kencing? Persiapannya Bergantung Bagian Tubuh yang Diperiksa

USG membuat gambar organ dalam dengan gelombang suara berfrekuensi tinggi tanpa radiasi sinar X sehingga aman dan bisa menampilkan gerakan organ serta aliran darah, tetapi persiapannya berbeda: USG hati, kantong empedu, pankreas, dan limpa biasanya memerlukan puasa beberapa jam, sedangkan USG ginjal, kandung kemih, dan panggul memerlukan kandung kemih penuh; pasien juga boleh meminta pendamping, menyampaikan alergi lateks bila menjalani USG dalam, dan meminta pemeriksaan dihentikan bila tidak nyaman.

3 menit bacaBaca artikel
Memahami pemeriksaan dan prosedur

Hasil EKG Normal, Berarti Jantung Pasti Sehat? Pahami Apa yang Bisa dan Tidak Bisa Dilihat dari Rekam Jantung

EKG atau rekam jantung merekam aktivitas listrik jantung dengan aman tanpa mengalirkan listrik ke tubuh, tetapi rekaman biasanya hanya beberapa detik sehingga keluhan yang datang dan pergi bisa tidak tertangkap dan sebagian masalah jantung tidak selalu tampak; karena itu hasil EKG dibaca bersama keluhan dan pemeriksaan lain, keluhan berulang mungkin memerlukan rekaman lebih lama seperti Holter, dan nyeri dada yang menekan atau sesak berat tetap harus segera ditangani di IGD.

3 menit bacaBaca artikel
Memahami pemeriksaan dan prosedur

Cek Penanda Tumor Padahal Tidak Ada Keluhan? Hasil Tinggi Belum Tentu Kanker, Hasil Normal Belum Tentu Bebas Kanker

Penanda tumor seperti CEA dan CA-125 adalah zat yang dapat meningkat karena kanker, tetapi juga karena banyak kondisi lain seperti merokok, radang lambung, penyakit hati, haid, atau kehamilan, dan sebagian penderita kanker justru tidak mengalami kenaikan; karena itu pemeriksaan ini umumnya tidak dipakai untuk menyaring orang sehat tanpa keluhan, melainkan terutama untuk memantau pengobatan dan kekambuhan pada orang yang sudah didiagnosis kanker, dan diagnosis kanker tetap memerlukan pemeriksaan lain seperti biopsi.

3 menit bacaBaca artikel
Memahami pemeriksaan dan prosedur

Takut Biopsi karena Katanya Membuat Kanker Menyebar? Faktanya, Biopsi Adalah Kunci untuk Memastikan Diagnosis dan Memilih Pengobatan

Biopsi adalah pengambilan sedikit jaringan untuk diperiksa dokter patologi di bawah mikroskop dan merupakan satu-satunya cara untuk memastikan apakah suatu kelainan adalah kanker, sekaligus menentukan jenis dan tingkat keganasannya; menurut NCI, kemungkinan biopsi atau operasi membuat kanker menyebar sangat kecil karena dokter memakai cara khusus untuk mencegahnya, dan paparan udara tidak membuat kanker menyebar, sehingga rasa takut sebaiknya dibicarakan dengan dokter, bukan menjadi alasan menunda pemeriksaan.

3 menit bacaBaca artikel
Memahami pemeriksaan dan prosedur

Mau Teropong Lambung atau Usus Besar? Keberhasilannya Ditentukan Persiapan: Puasa, Obat Pencahar, dan Pendamping Pulang

Endoskopi saluran cerna atas (gastroskopi) memerlukan puasa makan beberapa jam, sedangkan kolonoskopi memerlukan usus yang benar-benar bersih melalui makanan polos, cairan bening, dan obat pencahar yang diminum lengkap sesuai jadwal; obat seperti zat besi dan pengencer darah perlu dibicarakan lebih dulu, dan bila mendapat obat penenang, pasien tidak boleh menyetir selama 24 jam serta perlu didampingi pulang.

3 menit bacaBaca artikel
Memahami pemeriksaan dan prosedur

Puasa Sebelum Operasi: Kapan Berhenti Makan, Kapan Berhenti Minum, dan Mengapa Melanggarnya Bisa Menunda Operasi

Puasa sebelum pembiusan bertujuan mengosongkan lambung agar pasien tidak muntah dan isi lambung tidak masuk ke paru saat kemampuan menelan hilang; untuk orang dewasa yang menjalani operasi terjadwal, panduan yang dikutip Kemenkes umumnya membolehkan minuman jernih hingga 2 jam sebelum pembiusan, makanan ringan dan susu hingga 6 jam, serta makanan berlemak, gorengan, atau daging hingga 8 jam, tetapi instruksi rumah sakit tetap yang utama dan aturan untuk anak berbeda.

3 menit bacaBaca artikel
Memahami pemeriksaan dan prosedur

Sebelum Menandatangani Persetujuan Tindakan Medis: Tujuh Hal yang Berhak Anda Tanyakan kepada Dokter

Menurut UU Kesehatan Nomor 17 Tahun 2023, setiap tindakan pelayanan kesehatan perseorangan memerlukan persetujuan yang diberikan setelah pasien mendapat penjelasan memadai, paling sedikit tentang diagnosis, alasan tindakan, cara dan tujuannya, risiko dan komplikasi, pilihan lain, risiko bila tidak dilakukan, dan perkiraan hasilnya; persetujuan tertulis wajib untuk tindakan invasif atau berisiko tinggi, pasien berhak bertanya, menolak, atau meminta pendapat lain, dan menurut NHS persetujuan dapat ditarik sebelum tindakan dilakukan.

3 menit bacaBaca artikel
Memahami pemeriksaan dan prosedur

Hasil Pemeriksaan Tercecer di Banyak Tempat Berobat? Kenali Hak Anda atas Isi Rekam Medis dan Manfaat SATUSEHAT Mobile

Menurut UU Kesehatan Nomor 17 Tahun 2023, setiap tenaga medis dan tenaga kesehatan wajib membuat rekam medis yang dijaga kerahasiaannya; dokumennya milik fasilitas kesehatan, tetapi pasien berhak mengakses informasi di dalamnya, dan sejak September 2026 Kemenkes mulai menerapkan SATUSEHAT Rekam Medis Elektronik yang menghubungkan data pasien antarfasilitas dengan persetujuan pasien melalui kode akses di SATUSEHAT Mobile, sehingga riwayat kesehatan lebih mudah dilihat dan pemeriksaan berulang dapat dihindari.

3 menit bacaBaca artikel
Memahami pemeriksaan dan prosedur

Ragu dengan Diagnosis atau Rencana Pengobatan? Meminta Pendapat Dokter Kedua Itu Hak Pasien, Begini Cara yang Bijak

UU Kesehatan Nomor 17 Tahun 2023 menyebut pasien berhak meminta pendapat tenaga medis lain, dan Kemenkes menganjurkan rumah sakit memfasilitasinya; pendapat kedua terutama bermanfaat bila diagnosis langka, berat, atau berdampak seumur hidup, bila hasil pemeriksaan tidak jelas, atau bila ada beberapa pilihan pengobatan, tetapi perlu dilakukan dengan bijak: sampaikan kepada dokter pertama, bawa rekam medis dan daftar obat, tanyakan apakah menunda pengobatan berbahaya, dan ingat bahwa sebagian besar pendapat kedua sejalan dengan pendapat pertama.

3 menit bacaBaca artikel
Memahami pemeriksaan dan prosedur

Tes Treadmill Bukan Sekadar Berjalan Cepat: Untuk Siapa, Bagaimana Persiapannya, dan Kapan Harus Dihentikan

Tes treadmill atau uji latih jantung merekam EKG dan tekanan darah saat jantung dipacu bekerja keras, karena sebagian gangguan aliran darah jantung lebih mudah terlihat saat beraktivitas; tes ini terutama untuk orang dengan keluhan yang mengarah ke penyakit jantung, penyakit jantung yang sudah diketahui, atau risiko tinggi, tidak dilakukan pada kondisi jantung yang belum stabil, dan memerlukan persiapan seperti istirahat cukup, tidak makan berat, merokok, atau minum kopi beberapa jam sebelumnya, memakai sepatu olahraga, serta menanyakan obat rutin.

3 menit bacaBaca artikel
Memahami pemeriksaan dan prosedur

Luka Jahitan Setelah Operasi Kecil: Boleh Kena Air? Kapan Ganti Perban? Kenali Juga Tanda Infeksinya

Luka jahitan setelah operasi kecil sembuh lebih baik bila dirawat dengan tangan bersih, perban diganti sesuai petunjuk atau saat basah, tanpa bubuk, krim, atau ramuan kecuali dianjurkan, dan biasanya sudah boleh dibilas saat mandi setelah 24 jam bila dokter mengizinkan asalkan tidak direndam; infeksi luka operasi dapat muncul hingga 30 hari setelah operasi dan paling sering pada hari ke-5 sampai ke-10, sehingga kemerahan yang meluas, bengkak, hangat, nyeri yang bertambah, nanah atau bau, dan demam perlu segera diperiksakan.

3 menit bacaBaca artikel
Gejala, triase, dan kapan mencari pertolongan

IGD, Puskesmas, atau Klinik? Kenali Tanda Gawat Darurat dan Cara Kerja Triase agar Pertolongan Tidak Terlambat

Tanda gawat darurat seperti sulit bernapas, nyeri dada yang berlangsung dua menit atau lebih, perubahan kesadaran, perdarahan yang tidak berhenti, pingsan, kejang, atau lemah dan gangguan penglihatan mendadak memerlukan IGD tanpa menunggu, sedangkan keluhan ringan yang stabil sebaiknya ke puskesmas atau klinik; di IGD pasien dipilah dengan triase sehingga yang paling kritis ditangani lebih dulu, dan menurut UU Kesehatan fasilitas kesehatan dilarang menolak pasien gawat darurat atau meminta uang muka.

3 menit bacaBaca artikel
Gejala, triase, dan kapan mencari pertolongan

Anak Demam Tengah Malam: Kapan Cukup Dirawat di Rumah dan Kapan Harus Segera ke Dokter atau IGD?

Demam pada anak, yaitu suhu 38 derajat Celsius atau lebih, umumnya mereda dalam 1 sampai 4 hari dan dapat dirawat di rumah dengan cukup cairan serta obat penurun panas untuk kenyamanan, tetapi bayi di bawah 3 bulan yang demam, demam tinggi atau berkepanjangan, kejang demam, dan demam disertai ruam perlu diperiksakan, sedangkan kaku leher, ruam yang tidak memudar saat ditekan gelas, sulit dibangunkan, sesak, kulit atau bibir kebiruan, dan tanda kurang cairan memerlukan pertolongan segera.

3 menit bacaBaca artikel
Gejala, triase, dan kapan mencari pertolongan

Sakit Kepala Biasa atau Tanda Bahaya? Kenali Kapan Cukup Istirahat, Kapan ke Dokter, dan Kapan Harus ke IGD

Sebagian besar sakit kepala tidak berbahaya dan membaik dengan minum cukup, istirahat, makan teratur, dan obat pereda nyeri biasa, tetapi sakit kepala yang muncul mendadak dan sangat hebat, disertai kejang, kelemahan atau kebas, sulit bicara, gangguan penglihatan, kebingungan, demam dengan kaku leher, atau setelah cedera kepala memerlukan IGD; sakit kepala yang sering kambuh juga perlu diperiksakan karena minum obat sakit kepala terlalu sering justru dapat menimbulkan sakit kepala baru.

3 menit bacaBaca artikel
Gejala, triase, dan kapan mencari pertolongan

Nyeri Perut Belum Tentu Maag: Kenali Tanda Usus Buntu dan Kapan Sakit Perut Harus Dibawa ke IGD

Sebagian besar sakit perut disebabkan masuk angin, gangguan pencernaan, sembelit, atau infeksi perut ringan dan membaik dalam beberapa hari, tetapi nyeri yang dimulai di sekitar pusar lalu berpindah ke kanan bawah dan makin berat bisa menandakan usus buntu, sedangkan nyeri mendadak atau hebat, perut nyeri saat disentuh atau keras, muntah darah, tinja hitam atau berdarah, tidak bisa buang air kecil, buang air besar, atau kentut, serta nyeri disertai sesak atau nyeri dada memerlukan IGD.

3 menit bacaBaca artikel

Koleksi edukasi umum dari Bacaan Cepat Dokter Erta. Daftar pustaka tersedia di setiap artikel. Untuk diagnosis dan pengobatan, diskusikan kondisi Anda dengan tenaga kesehatan.

Jelajahi arsip artikel Kiera sebelumnya

Mari mulai dari percakapan.

Admin kami membantu Anda memilih layanan dan mengonfirmasi jadwal kunjungan.

Hubungi admin